Marissa Meyer Penulis Best Seller Seri The Lunar Chronicles [Seri Pengarang]

Siapa disini yang menyukai kisah klasik si upik abu alias Cinderella? Siapa juga disini yang menyukai kisah tentang dunia robot dan fiksi sains? Kalau menyukai penggabungan keduanya pasti menyukai seri The Lunar Chronicles karangan ibu beranak kembar, Marissa Meyer. Seri ini merupakan salah satu seri favoritku karena merupakan kisah retelling Cinderella yang nggak biasa. Dari buku pertamanya yaitu Cinder, mengantarkanku untuk lebih jauh membaca buku-buku karangan Marissa Meyer hingga hari ini.

Marissa Meyer adalah salah satu pengarang yang memberikan pengaruh cukup besar dalam perjalanan ku membaca hingga bisa sampai memiliki akun beberapa akun khusus membaca seperti sekarang ini. Sedikit historiku, sejak aku SMP aku adalah seorang penikmat buku fiksi. Novel-novel (kisah novel anak-anak remaja tentunya) yang ada di perpustakaan sekolahku habis kulahap. Ini membuatku menjadi pembaca hingga aku SMA. Sayangnya saat masuk kuliah kegiatan ini agak kendor. Masuk dunia kerja kegiatan membacaku jadi lebih kendor lagi. Maraknya seri drama korea dan TV series lainnya membuat waktu senggangku habis dipakai untuk “binge watch” segala jenis serial TV.

Namun ini semua berubah ketika aku sudah melahirkan (pada tahun 2016 silam). Berhubung masih dirumah mertua, akses serial TV pun terbatas. Sebagai ibu yang baru punya anak pertama, baby blues pun menyerang. Saat itu, dalam 1 tahun pertama kelahiran anakku, aku sering emosi seakan-akan hormonal ku bergejolak. Ditambah lagi tetap harus bekerja lebih menambah beban dalam hidup.

Hingga suatu saat aku mendapat dorongan untuk membaca kembali. Awalnya berwujud dari keisengan scroll instagram, bertemulah aku dengan bookstagram dan disaat itu pula, buku tentang “Cinder” lagi hype dibicarakan. Melihat sinopsisnya yang tentang retelling Cinderella membuatku saat itu langsung tertarik lalu membeli ebook nya untuk dibaca di gadget. Serial pertama yang aku baca tanpa henti (binge-read) adalah “The Lunar Chronicles” yang aku selesaikan dalam sebulan. Marissa Meyer adalah titik balikku untuk kembali membaca yang membuatku pelan-pelan menghilangkan baby blues dan lebih menata mood kala itu hingga kini.

Siapa Marissa Meyer

Mengutip (dan menerjemahkan) dari Wikipedia, Marissa Meyer adalah seorang pengarang yang lahir di Tacoma, Washington, Amerika Serikat pada tahun 1984 silam. Ia sudah menikah dengan seorang lelaki bernama Jesse Taylor dua bulan sebelum “Cinder” rilis. Pada tahun 2015, mereka mengadopsi dua anak kembar bernama Sloane and Delaney.

Dalam laman situs pribadinya, Marissa Meyer menyebutkan bahwa sesudah dikenalkan teman baiknya tentang dunia anime dan fan fiction, ia mulai menulis. Tulisan pertamanya sebelum ia menulis Cinder adalah fan fiction Sailor Moon yang ditulisnya dengan nama pena Alicia Blade.

Karir Marissa Meyer

Awalnya memang bermula dari fan fiction Sailor Moon beberapa tahun yang lalu. Lalu ia mulai mengikuti kontes menulis fanfict. Dalam kontes itu, dari 10 tema acak, ia memilih cerita yang bertema tentang masa depan dan mengandung karakter fairy-tale. Saat itu ia memilih retelling “Puss in Boots” sebagai entri kontes.

Dari situ kenyamanan dalam menuliskan genre ini muncul didalam dirinya. Ia mulai mencari inspirasi untuk terus menulis tentang dongengen scifi ini. Beberapa bulan sesudahnya ia tiba-tiba mendapat ide menuliskan tentang si upik abu yang adalah cyborg. Riset dilakukakannya tiada henti sehingga lahirlah Cinder dan seri The Lunar Chronicles.

Bibliografi Marissa Meyer

Jadi apa saja buku-buku Marissa Meyer yang sudah diterbitkan? Berikut ini bibliografinya yang dikutip dari laman pribadi Marissa Meyer sendiri.

The Lunar Chronicles

The Lunar Chronicles series adalah buku dengan seri yang diambil dari kisah-kisah retelling fairy tale klasik dan manis. Ada delapan buku yang masuk kedalam kisah ini namun empat buku pertama adalah termasuk kategori buku utamanya. Walau ada delapan aku baru membaca empat kisah utama tersebut dan dua graphic novels. Berikut adalah list bukunya. Untuk yang ingin mengetahu sedikit sinopsis atau cover bukunya, silahkan cek di video diatas ya.

  • Cinder (2012)
  • Scarlet (2013)
  • Cress (2014)
  • Winter (2015)
  • Fairest (2015)
  • Stars Above (2016)
  • Wires and Nerve, Volume 1 (2017) – graphic novel, illustrated by Douglas Holgate
  • Wires and Nerve, Volume 2: Gone Rogue (2018) – graphic novel, illustrated by Stephen Gilpin
  • The Lunar Chronicles Coloring Book (2016)

Renegades

  • Renegades (2017)
  • Arch Enemies (2018)
  • Supernova (2019)

Standalone Novels

  • Heartless (2016)
  • Instant Karma (2020)

Anthologies

  • Because You Love to Hate Me
  • A Tyranny of Petticoats

Keragaman Dalam Tulisan

Yang menarik dari setiap buku yang dituliskan oleh Marissa Meyer adalah dimana ia membuat karakter yang sangat multikultural. Dalam The Lunar Chronicles didalamnya terdiri dari banyak ras, ada kulit putih, kulit hitam, oriental, dan lain sebagainya. Dan keberagaman ini dituangkannya dalam tokoh-tokoh penting disetiap bukunya. Tokoh protagonist dalam buku-buku Marissa Meyer merupakan tokoh-tokoh yang multiras.

Sebut saja Adrian dalam Renegades yang adalah seorang kulit hitam dan Nova Artino adalah anak dari ayah yang berasal dari Italia dan ibu yang berasal dari Filipina. Dalam The Lunar Chronicles pun bahkan diceritakan beda planet. Ada yang berasal dari salah satu negara di bulan bernama Luna dan ada yang berasal dari negara pembaharuan yaitu “New Beijing”.

Dikutip dari salah satu laman wawancara Marissa Meyer, ia berkata “The world isn’t made of only white people, so fictional worlds shouldn’t be either” dalam terjemahan kasarku memiliki arti bahwa bumi tidak hanya berisi orang-orang berkulit putih saja, jadi dalam dunia fiksi pun juga seharusnya tidak. Inilah yang membuat setiap bukunya menarik untuk dibaca dibanyak negara dan semua kalangan.

Inspirasi dan Riset

Membuat cerita dengan latar belakang fiksi fantasi bukanlah hal yang mudah karena cerita yang terlihat imaginatif itu harus bisa diterima oleh para pembaca. Aku kalau disuruh bikin cerita seperti ini pastilah mikir ribuan kali. Aku memilih untuk menjadi pembaca setiap fantasi untuk saat ini, hehehehe. Ini terlihat dari karya karangan Marissa Meyer sendiri. Apalagi kebanyakan karyanya yang adalah retelling, pasti membutuhkan riset. Yang tentu harus dipikirkan adalah bagaimana membuat cerita yang sebelumnya sudah sangat hype, dikisahkan dalam cerita baru dan terkesan tidak sekadar plagiat. Kalau terkesan plagiat pasti banyak yang tidak suka. Tapi kalau eksekusinya juga tidak secantik cerita aslinya juga bisa-bisa ditinggal pembacanya.

Ditambah lagi kalau hubungannya sama ilmu pengentahuan dan teknologi pasti nggak bisa sembarangan asal “menelurkan” teknologi baru. Pasti harus mempelajari perkembangan zaman dan rancangan masa depan. Di dalam situs Marissa Meyer, ia sedikit membagikan kutipan-kutipan ilmu yang dipakai sebagai dasar pembangunan kisah The Lunar Chronicles. Didalamnya rangkuman singkat tentang cyborg dan beberapa video tentang android.

Laman Pribadi www.marissameyer.com

Walau aku tetap ingin cerita ini dalam bentuk novel, tapi aku suka sekali mencari fan art dari masing-masing cerita yang aku baca. Ini akan lebih mudah membuatku membayangkan seperti apa karakter atau tokoh dalam sebuah serial fantasi. Nah buku-buku Marissa Meyer juga sarat fan art. Dalam laman pribadi Marissa Meyer ataupun ketika membuka pinterest pasti akan banyak menemukan fan art yang relatable dengan tokoh-tokoh tersebut.

Ohya, Marissa Meyer sendiri punya akun Pinterest loh. Akun ini dijadikan salah satu tempat untuknya berekspresi seperti apa buku-bukunya tersebut. Bahkan yang menarik, ada satu laman yang berisi berbagai cover buku Marissa Meyer di berbagai negara. Boleh di cek di link berikut. Mana cover buku yang paling kamu suka?

Isi situs pribadi dan kepenulisan Marissa Meyer cukup banyak memberikan informasi. Teman-teman bisa mengunjunginya untuk tahu lebih lanjut. Didalamnya juga ada laman kontak untuk mengetahui di platform mana saja ia aktif. Kalau mau tahu playlist lagu-lagu yang menginspirasi setiap bukunya juga ada di laman ini. Aku sangat suka mondar-mandir disitusnya. Isinya penuh dan artnya Indah.

Pengarang yang Inspiratif

Kalau aku ditanya manakah buku yang paling aku suka dari semua kisah Marissa Meyer sampai hari ini. Aku menjawab adalah buku kedua seri Renegades “Archenemies” dan buku ketiga seri The Lunar Chronicles “Cress”. Karena didalam Archenemies, kisah seru harunya amat sangat tergamblang. Pergolakan hati dan raga antara Nova dan Adrian sangatlah terlihat. Kalau untuk Cress sendiri karena aku suka sama Cress dan Thorne dan komedi romatisnya ditengah-tengah petualangan yang seru. Hanya sesimple itu, hehehe. Well, dari semua buku Marissa Meyer, ada tiga buku yang belum aku baca yaitu Heartless, Stars Above, dan Fairest, serta satu antologi yang ditulisnya dalam buku A Tyranny of Petticoats. Sehabis ini pasti aku baca sebelum buku terbaru karangan Marissa Meyer keluar di akhir tahun ini, yaitu Instant Karma.

Buku-buku Marissa Meyer diatas masuk ke dalam daftar buku terfavoritku. Semua kisahnya menarik untuk dibaca, bukan tipikal cerita YA biasa, dan retelling yang masuk dinalar. Walau sudah menjadi ibu beranak satu, kisah Young Adult seperti ini masih sangat relevan dan bagus untuk dinikmati. Kalau kamu mau tau rating dari setiap buku Marissa Meyer yang sudah aku baca, silahkan berkunjung ke Goodreads SanWa Library ya.

Kesimpulan

Cita-cita seorang Marissa Meyer adalah menjadi penulis. Ia memulai karirnya sebagai seorang editor dalam sebuah penerbitan sembari ia mengasah kemampuannya menulis. Yang kupelajari disini adalah niat dan tekadnya. Sedari usia belia ketika ia sudah jatuh cinta dengan dunia menulis, ia menekuninya sebegitu rupa sehingga menghasilkan apa yang bisa dihasilkannya saat ini.

Melihat perjalanannya dalam dunia kepenulisan tidaklah mudah dan tidak dalam waktu yang singkat. Tetapi kemampuan dan kemauan yang diasah terus menerus membuatnya menghasilkan karya yang menginspirasi banyak orang sekalipun melalui buku yang bergenre fantasi atau scifi seperti ini.

Mungkin banyak yang suka bertanya-tanya apa siyh yang bisa dipelajari dari buku fantasi sci fi (dan sejenisnya) seperti milik Marissa Meyer ini selain having fun dan kreatifitas. Bagiku setiap buku apapun genre nya pasti ada pesan moral yang bisa diambil entah dari isi buku itu sendiri ataupun dari proses membacanya. Contohnya adalah ya kisahku diatas tadi bagaimana cerita retelling yang sesungguhnya ditujukan untuk dewasa muda malah bisa “menenangkan” hati seorang ibu yang saat itu sedang kelelahan.

Bagaimana denganmu? Maukah kamu membaca buku karangan Marissa Meyer? Atau sudah pernahkah kamu membaca buku-buku Marissa Meyer? Apa buku favorit mu dari setiap buku yang sudah diterbitkan?

Regards,



Youtube: SanWa Library
Bookstagram: @sanwalibrary
Podcasts: SanWa Library
Spotify: SanWa Library
Blog: SanWa Journeys
Goodreads: SanWa Library
Twitter: @sanwalibrary

PLEASE SUPPORT ME THROUGH
Patreon: SanWa Library
Sociabuzz: Sandrine Tungka

My Private Account
Instagram: @sandrinetungka
Facebook: Sandrine Tungka

Beside the above, you can access my podcasts on:
Apple  ||  Google  ||  Pocket Casts  ||  Breaker  ||  Radio Public

For business inquiries drop an email to
sandrine.tungka@gmail.com


Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: