Berkeliling Jepara dan Semarang [Hari I]

Sebagai seorang ibu baru, hal yang paling saya kangenin sejak masa kehamilan adalah traveling. Yup, jalan-jalan yang menjadi hobi saya harus di urungkan dahulu demi sang buah hati. Di tengah kelelahan menjadi ibu baru saya menyempatkan diri melihat foto jalan-jalan yang beberapa kali saya lakukan sejak saya bekerja. Dari photowalking ini folder foto pertama yang tertangkap mata saya adalah perjalanan ke Jepara dan Semarang yang saya dan beberapa teman kerja lakukan sebelum saya mengetahui diri saya hamil. Perjalanan ini kami lakukan di awal bulan Mei 2015.

Sebenarnya niat kami kala itu ingin menghabiskan liburan di Karimun Jawa. Saya sangat merindukan snorkeling dan main-main di pinggir pantai. Namun apa daya, saat kami akan naik ke bus menuju Jepara, pihak travel memberitahu bahwa penyeberangan ke Karimun Jawa di batalkan karena cuaca yang tidak baik di tengah penyeberangan kesana. Kalau kami membatalkan seluruh perjalanan rasanya sayang sekali. Akhirnya kami tetap berangkat ke Jepara dan memutuskan berkeliling Jepara dan Semarang saja. Di perjalanan ke Jepara, kami mencoba booking mobil rental untuk membawa kami berkeliling Jepara dan mengantarkan kami ke Semarang.

Kurang lebih 15 jam perjalanan yang kami tempuh dari Jakarta ke Jepara. Itu sudah perjalanan yang super cepat. Pasalnya bus yang membawa kami selalu ngebut sampai tujuan. Saya sampai susah tidur. Sedikit-sedikit terbangun sanking ngerinya. Ditambah lagi AC-nya kurang dingin, bau yang menyengat dari bangku supir, dan bangku yang tidak nyaman sama sekali. Sampai Jepara kami pun kebingungan mencari penginapan. Pasalnya penginapan pada penuh dan rupanya di Jepara tidak banyak yang bisa kita nikmati. Menghabiskan sepanjang pagi akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke Semarang dan menghabiskan semalam di Semarang saja lalu langsung pulang ke Jakarta.
image

image

image

Dalam perjalanan ke Semarang kami sempat mampir ke dua destinasi khas Jepara. Yang pertama kami mampir ke Museum Kartini. Didalam museum itu ya kita melihat segala sesuatu yang berhubungan dengan R.A. Kartini. Yang pasti kami melihat tulisannya yang mengubah hidup para wanita di Indonesia. Sisanya berisi silsilah keluarga Kartini hingga barang-barang yang ada di dalam rumah keluarga Kartini. Biarlah itu semua di gambarkan melalui beberapa foto dibawah ini.
image

image

image

image

image

image

image

image

Sesudahnya kami menuju air terjun Songgo Langit yang menjadi ciri khas dari Jepara. Saya hanya melihatnya dari brosur yang saya dapat dari museum Kartini sebelumnya. Niat kami sebenarnya ingin basah-basahan selayaknya kita suka main di curug di sekitar Jabodetabek. Namun setelahi sampai ke tempat tersebut ekspektasi kami terpatahkan. Kami cukup kecewa. Tempatnya kecil dan tidak bisa bermain air. Ditambah airnya berwarna cokelat. Intinya kami semua kecewa. Sudah menghabiskan hampir setengah hari tapi perjalanan kami sangat membosankan. Hanya sempat berfoto sebentar kami langsung cabut. Awalnya kami sempat ingin berkunjung ke tempat wisata lain yang ditunjukkan di brosur namun kami takut kecewa. Akhirnya kami memutuskan langsung ke Semarang saja. Oia dibawah ini beberapa foto yang kami abadikan disana.
image

image

image

image

image

Ditengah perjalanan menuju Semarang kami melihat beberapa tempat pengrajin ukiran jepara. Liat lemari, meja, kursi itu membuat saya pengen beli semua. Tapi budgetnya dari mana ya???? Ditambah lagi, mau ditaruh dimana nanti??? Akakakakak. Kami juga melihat beberapa pool bus AKAP Jepara seperti Bejeu dan Haryanto. Menurut supir yang membawa kami saat itu, supir bus Jepara memang yang paling dahsyat cara menyetirnya. Jalanan sudah seperti arena balap. Saya jadi teringat bus yang kami naiki kemarin dan ternyata itu lumrah untuk bus dari dan ke Jepara :D. Saya jadi nggak kebayang pas pulang nanti. Memang pulangnya bakal dari Semarang tapi menggunakan bus Bejeu yang khas Jepara itu.

Di tengah jalan menuju Semarang kami tentu perlu makan siang yang sudah cukup telat. Kami meminta supir membawa kami ke restoran yang di romendasikan di Jepara. Restoran itu bernama Bale Banyu. Tempatnya cukup cozy. Ada lesehan dan juga bangku meja. Kawasannya hijau dan ada kolam renangnya. Rasanya nyaman sekali. Cukup mencengangkan harga makanannya pun tidak mahal padahal pesanan kami sudah segala rupa dengan partai besar untuk 9 orang. Memang bukan makanan khas Jepara. Lebih kepada bakar-bakaran ikan seperti di rumah makan Sunda. Sesudahnya kami lanjutkan perjalanan ke Semarang.
image

image

image

Niat kami, ingin berkeliling Semarang saat sore hari. Namun rupanya niat itu tidak bisa terlaksana. Perjalanan penuh dengan macet dan macet sehingga sampai hotel sudah sekitar jam 8 malam dan sudah tidak ada tenaga untuk jalan-jalan lagi. Jadilah kami hanya berleyeh-leyeh di kamar hotel dan makan mie instan :D.

Sungguh sebenarnya perjalanan hari pertama ini cukup mengecewakan bagi kami semua apalagi saya yang sudah mendambakan bermain air laut. Sampai kami berpikir apakah seharusnya kami batalkan saja seluruh perjalanan saat mengetahui penyeberangan ke Karimun Jawa dibatalkan. Toh kami hanya kehilangan uang tiket bus berangkat. Penyesalan selalu datang belakangan. Yah, minimal ada cerita baru buat saya pribadi yang baru pertama kalinya naik bus eksekutif keluar wilayah Jabodetabek dan tentunya banyak foto-foto dengan teman-teman tersayang :D.

Bagaimana dengan hari kedua? Nantikan di tulisan selanjutnya ya.

Regards,

sans-sign

dsc_0442_wm.jpg

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Waaah… So sorry to know about how it went over there San. Kebayang rasa kecewanya di sana bagaimana. Semoga lain kali lebih menyenangkan dan semoga bisa segera jalan – jalan ya