Pengalaman Senam Hamil

Sebagai ibu hamil yang mempunyai keinginan kuat untuk lahir normal pasti bela-belain untuk melakukan senam hamil, entah ingin dilakukan sendiri dirumah ataupun ikut kelas khusus. Tidak terkecuali saya. Sejak awal kehamilan, saya ingin sekali ikutan senam hamil karena doa saya, saya harus bisa lahiran secara normal. Ini yang membuat saya searching berbagai kelas yang ada di sekitar tempat tinggal saya. Namun rupanya hanya ada satu rumah sakit terdekat yang menyediakannya yaitu Rumah Sakit Harapan Bunda, Pasar Rebo tempat saya kontrol kehamilan.

Berikut sedikit informasi mengenai kelas senam hamil di RS Harapan Bunda, Pasar Rebo:

Jadwal: Kamis dan Sabtu
Waktu : Pk. 10.00 ~ 12.00
Biaya   : Paket 5 kali pertemuan Rp.120.000
               Per kedatangan Rp. 25.000,- (kecuali kedatangan pertama Rp. 40.000,- kena biaya registrasi)
Benefit : Konsultasi gratis dengan bidan
                Snack sesudah kelas senam hamil
Kontak: 8400257 ext 123 / 124

Saran dari saya, kalau ingin mengambil kelas di hari Sabtu lebih baik datang dibawah jam 9 untuk pendaftaran agar masih kebagian kelas. Pengalaman pertama saya, saya datang hampir menjelang jam 10. Saya pikir masih kebagian, rupanya tidak sama sekali karena saya harus mendaftar dulu di bagian pendaftaran RS di lantai dasar yang cukup memakan waktu karena sangat antre (Rumah Sakit ini kalau hari Sabtu ampun deh ramainya nggak ketulungan). Saya tidak bisa mendaftar via telepon. Bahkan untuk yang mengambil paketpun sama, harus mendaftar di tempat yang sama. Tepat Sabtu yang lalu saya nyaris hopeless karena saya datang menjelang jam 10 dan melihat antrean di bagian pendaftaran cukup panjang. Namun rupanya sudah banyak ibu-ibu yang melahirkan jadilah saya kebagian bahkan kelas agak sedikit sepi tidak seperti biasanya.

Saya sendiri sudah mencari disekitar tempat tinggal (oh ya, saya tinggal di kelurahan Gedong, Pasar Rebo) seperti Rumah Bersalin Anny Rahardjo dan Klinik Budhi Pratama tidak menyediakan kelas senam hamil. Hanya di RS Anny Rahardjo ketika kita kontrol ke sana, kita akan diajarkan senam hamil untuk dilakukan sendiri dirumah (informasi ini saya dapatkan saat menelepon ke RS Anny Rahardjo).

Sampai dengan hari ini sudah terhitung tiga kali saya mengikuti kelas senam hamil dan menemui ibu-ibu hamil yang berbeda-beda pula. Rasanya senang-senang gimana gitu melihat banyak ibu-ibu disekitar saya yang sedang menunggu kelahiran si buah hati. Kebanyakan dari mereka pun sama-sama baru mau mempunyai anak pertama seperti saya. Jadinya secara mental saya merasa saya tidak sendirian. Inilah yang membuat saya bertekad terus untuk secara rutin, diusahakan seminggu sekali, mengikuti senam hamil. Karena buat saya pribadi, kalau dilakukan dirumah gerakan yang saya lakukan bisa asal-asalan dan terkesan nggak ada motivasi untuk melanjutkan senam hamil tersebut (hehehe sedikit beralasan siyh).

Eh tapi sebagai ibu hamil, rajin mengulang senam dirumah adalah sangat baik. Bahkan harusnya diusahakan untuk dilakukan setiap dua hari sekali. Tentunya bukan gerakan-gerakan yang memberatkan yang butuh pengawasan lebih lanjut. Ini kata bidannya lowh. Sayangnya bagian pengulangan dirumah ini belum saya lakukan sampai sekarang. Keluar deh rasa malasnya, hahahaha.

Menurut bidan yang mengajar di kelas ini, kegunaan senam hamil bukanlah semata-mata untuk persalinan normal. Senam hamil sangat berguna untuk semua ibu hamil dalam menguatkan Fisik dan Psikis menjelang persalinan. Jadi buat ibu-ibu yang sudah berniat ataupun prediksi lahirannya adalah cesar, alangkah baiknya tetap melakukan senam hamil. Memang secara khasiatnya lebih terasa pada ibu yang bertekad lahiran secara normal karena didalamnya banyak gerakan yang melatih pernapasan dan kekuatan panggul sebagai modal kekuatan persalinan. Namun kegiatan ini tetap menjaga semua ibu hamil untuk tetap sehat dan nggak malas. Ada satu peserta senam hamil yang memang sudah berniat untuk cesar. Ketika saya tanya apa alasannya ikut senam hamil, ia menjawab supaya ia merasa fit dan nggak malas. Kalau-kalau kita salah melakukannya, kita akan dipandu benar-benar sampai kita bisa seorang-perseorangan.

Secara psikis senam hamil ini menguatkan karena saling mendukung antara ibu hamil yang satu dengan ibu hamil yang lain. Jadi kita merasa tidak sendirian. Apalagi bagi yang bertekad untuk lahiran normal. Untuk ibu dengan kehamilan pertama seperti ini kan pasti nervous banget kalau sudah menjelang due date. Ditambah lagi tidak bisa dipungkiri, proses bersalin itu pasti sakit mau itu lahiran normal ataupun lahiran cesar (bidannya sendiri yang bilang seperti ini). Tapi kalau orang lain bisa mengapa kita nggak bisa. Jadi dengan mengikuti senam hamil ini justru saling menguatkan antara satu ibu dengan ibu lainnya. Seakan-akan mereka berkata, “Ayo, kita bisa!!!”

Kelihatan bengkak-bengkak ya 😀

Memang ya, senam hamil ini walau gerakannya tidak begitu susah, cukup menguras tenaga ibu-ibu yang membawa perut besar ini. Apalagi yang sebelum kehamilan jarang berolah raga (hahaha seperti saya). Pertama kali senam hamil pulang ke rumah saya langsung kelaparan, melahap makan siang dengan cepat, dan segera tertidur. Rasanya lelah sekali. Memang tidak mengeluarkan keringat, secara ruang kelasnya saja pakai AC yang super adem dengan matras yang empuk. Udah gitu banyak ibu-ibu yang saat mengikuti kelas justru menggunakan celana jeans dan blouse karena sesudahnya ingin langsung kontrol kehamilan ke dokter. Saya malah hampir mau beli sepatu olahraga dan baju khusus senam hamil awalnya, hehehehe. Tapi yakinlah, kegiatan ini tetap melelahkan, at least for me :D.

Terus gerakan-gerakan senam hamil itu seperti apa aja dong? Tunggu tutorial (ala SanWa) di post berikutnya ya.

Regards,

sans-sign

40 comments on “Pengalaman Senam Hamil

  1. Senoga lahirannya lancar ya mba. Semangat terus. Duh, secara aku masih single, baca postingan mba ini bikin gimanaaaa gitu. Aku deg degan. Nanti kalo sudah menikah dan hamil, apa rasanya ya mba?

    1. Wah ternyata memang rata-rata kehamilan kedua itu suka nggak pada senam hamil. Teman saya pun begitu, tapi lahirannya gampang banget. Hanya teman itu lupa teknik mengejannya. Mungkin saya harus mengabadikan semua tekniknya ya, jadi hamil kedua nanti nggak perlu ikut kelas senam hamil… Bisa senam hamil sendiri 😀

  2. waktu hamil anak pertama dulu, aku juga ikut senam hamil San… menyenangkan ya ketemu sesama bumil dan saling sharing tentang kehamilan… pas anak kedua, blasss ga pernah senam hamil sekali pun…hihihihi

  3. Sandrine, bunda do’akan agar sehat dan stamina prima untuk melahirkan normal, ya Kali harus dikurangi makan garam, ya. Bunda liat kakinya agak bengkak, atau mungkin terlalu sering duduk menggantung kedua kaki. Hati-hati, ya.

  4. Tadinya aku mikir “ah ngapain senam, ngepel aja di rumah sama aja kan banyak gerak” ehh ternyata ketauan sama pak dokter, pas ikut aku baru tau teknik melahirkan dengan dagu nempel dada, terus teknik pernapasannya. kepake sih waktu melahirkan gak asal ngeden hehehe.. jadinya cuma sempet ikut 4x senam hamil :p

      1. aku sempet ngeblank kok waktu kontraksi, nafas berantakan. tapi diingetin sama susternya “inget bu atur napasnya” hahaha baru deh hehehe good luck mbaak 😉

  5. Sekali mendayung, dua pulau terlampaui, ya Mbak. Selain dapat manfaat fisik berupa otot-otot yang lebih bugar, secara psikis dapat semangat juga, dan itu menurut saya penting banget karena kadang pengaruh psikis yang stres bisa membuat otot-otot kaku kendati sudah sering dilatih. Doh, nanti kalau saya punya istri, bagaimana ya Mbak :hihi.
    Mudah-mudahan semua lancar sampai persalinan nanti ya Mbak, sehat-sehat selalu :hehe.

    1. Betul mas Gara. Biasanya kalo psikis ‘sakit’ fisik pun ikutan sakit… Jadi musti memperbanyak olahraga psikis dengan aura-aura yang positif.
      Hehehe, dibawa mengalir aja mas Gara. Suami saya tuh kayaknya santai-santai aja 😀 tapi nggak tahu ya dalam hati gimana XD XD
      Aminn… Terima kasih ya mas…
      (btw kenapa komen dari mas masuk spam ya dan banyak dari yang lainnya juga???)

      1. Sehat selalu ya Mbak, selain sehat juga yang penting bahagia :hehe.
        Iya nih, banyak yang masuk spam, saya tak begitu mengerti juga kenapa :hehe. Tapi syukurlah sudah dibaca dan dibalas :)).

  6. Btw San, ini kelasnya Pak suami ikutan gak? Gw dulu selalu ikut pas senam hamil. Sekalian dapet wejangan dari para susternya. Hihihi. Dan iyes, di mana-mana keknya sih sama ya senam hamil itu, rameeeee yang ikutan n kudu dateng pagi-pagi.

    1. Oh ya, sayangnya disitu Pak suami ga bisa ikutan. Khusus bumil aja niyh. Saya memang cari yang suami bisa ikut sayang nggak ada yang deket rumah. Ya suami cukup diceramahin lewat saya aja deh 😀
      Berarti ya, kelas senam hamil itu best seller sekaliiiiii!!! 😀

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: