Menyepi di Pinggir Pantai Ngandong

Januari 2014

Update: Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya melakukan salah sebut. Pantai ini bukanlah pantai Indrayanti melainkan pantai Ngandong. Entah mengapa yang saya ingat ini adalah pantai Indrayanti. Sekali lagi saya mohon maaf terutama para commenters dibawah. Saya akan lebih berhati-hati lagi untuk berbagi.

Sesudah asyik bermain air di kawasan Goa Pindul saya dan rombongan meluncur untuk mencari makan. Awalnya bapak supir memiliki rekomendasi tempat makan di sekitar kawasan wisata Goa Pindul namun kami ingin sekali menikmati salah satu pantai di Yogya sekalian menghabiskan sore hari. Pasalnya kami pun mendapat rekomendasi dari pemilik tempat kami menginap yaitu The Munajat Backpacker bahwa akan sangat menyenangkan bila bisa menikmati santap siang dengan ikan bakar di pinggir pantai. Kami pun sebelum berangkat ke Goa Pindul diberikan nama tempat makan yang paling laris di pinggir pantai yang paling sepi yaitu pantai Ngandong.

Akhirnya cus lah kami mencari pantai Ngandong dengan keadaan lapar. Tentu saja lapar karena kami berangkat dari Goa Pindul sudah melewati jam makan siang. Menurut perhitungan, menuju ke pantai yang kami cari ini kurang lebih menghabiskan waktu hampir satu jam. Jadilah kami sempat memakan beragam cemilan yang kami bawa sebelumnya.

Baca Juga: River Tubing di Kali Oyo

Benar saja perjalanan kami habiskan hampir satu setengah jam. Kami hampir menyerah ditengah perjalanan akibat kelaparan karena kami seakan tidak menemukan pantai ini. Sebagai informasi, Pantai Ngandong ini terletak sederetan dengan pantai-pantai indah di kawasan selatan Yogyakarta. Sebut saja pantai Parangtritis atau pantai Baron yang sudah terkenal sebagai tempat wisata pinggir laut yang amat sangat ramai.

Rupanya kesabaran kami membuahkan hasil. Akhirnya kami sampai ke Pantai Ngandong. Kawasannya sepi dan pasirnya pun masih tergolong putih dan bersih. Suasana tidak terlalu terik namun tenang. Walaupun ada beberapa anak-anak yang tengah bermain-main air di pinggir pantai namun tidak bising seperti pantai lain yang saya sebutkan diatas. Ya saya pernah ke Parangtritis persis menjelang maghrib beberapa tahun sebelumnya dan itu pun sudah begitu ramai dengan jualan dan pantainya kurang bersih.

Sambil menunggu pemesanan makanan di restoran terbesar yang di pantai tersebut, saya dan rombongan bergantian bermain pasir sambil mencari spot-spot untuk berfoto. Tidak banyak siyh foto-foto saya berhubung perut saya sangat lapar dan juga kawasannya tidak terlalu besar sehingga tidak banyak yang bisa dibidik. Maklum saya hanyalah turis local dengan kemampuan berfoto dan kamera ala kadarnya :D.

Berhubung saya terlalu lelah dan juga pakaian yang saya gunakan pun tidak terlalu merepresentasikan untuk bermain air jadilah saya tidak menceburkan diri ke dalam air laut tersebut seperti yang dilakukan beberapa orang disitu. Bahkan saya menggunakan jaket di saat hari masih siang. Seperti yang saya bilang diatas walaupun ada matahari tapi suasananya teduh malahan cenderung berangin. Itu membuat saya makin semangat untuk cepat-cepat makan dan bobo-bobo cantik di mobil, hehehe.

Berikut hasil foto-foto disana:

Untuk tempat makan sendiri, sangat saya merekomendasikannya, makanannya enak. Mulai dari ikan bakar yang segar hingga tumis kangkung yang pedas. Namun harap diingat, dalam kamus saya untuk urusan perut hanya ada dua jenis rasa makanan, yaitu makanan enak dan makanan super enak :D. Hanya satu yang saat itu tidak kesampaian, yaitu menikmati nikmatnya es kelapa muda yang masih dalam batok. Mereka sedang kehabisan stok. Bahkan beberapa penjual disekelilingnya pun sedang kehabisan juga. Jadilah kami cukup menikmati segelas teh hangat yang segar. Soal harga, ya standard lah khas makan ikan bakar di pinggir pantai. Tidak bisa dibilang murah namun tidak mahal juga.

Jujur saya merekomendasikan pantai ini apalagi bagi mereka-mereka yang ingin menyepi di pinggir pantai di Yogyakarta. Saya pun belum tahu seandainya masih ada pantai lainnya yang lebih indah dan sepi dari pantai ini. Kalau ada boleh loh tinggalkan komen dibawah ini. Saya sedang kangen jalan-jalan ke Yogya. Oh ya, saya tidak tahu kondisi tempat ini sekarang seperti apa karena sudah hampir dua tahun yang lalu saya terakhir menjejak disana. Saya belum googling lagi. Bagi yang mengetahui updatenya dipersilahkan meninggalkan jejak di kolom komentar. Atau ada tempat menyepi lain versimu?

Regards,

sans-sign

DSC_0007_7

27 comments on “Menyepi di Pinggir Pantai Ngandong

  1. Mbak sudah benar, di Gunungkidul karena kabupaten tersebutlah yang mempunyai pemandangan pantai yang eksotis. Alternatif lain bisa berkunjung ke Bantul di Pantai Goa Cemara dan Pantai Pandansari bisa petik buah naga dan di makan langsung. Selain itu bisa naik menara. Pokoke oke punya

  2. Pantai Greweng mbak,,, cocok buat petualangan, pantainya masih sepi. Mbak sudah tepat berkunjungnya,,, di Jogja yang mempunyai pantai indah yaw di Gunung Kidul. Alternatif lain jika kejauhan di Bantul ada namanya Pantai Gua Cemara, atau Pandansari naik di atas menara dan kemudian bisa petik buah naga. Pokoknya josss punya 🙂

    1. Ow ya,,, hahaha jujur saya ga terlalu mengetahui perkembangan pantai ini. Pantas saja waktu sempat googling tadi kelihatannya sudah mulai-mulai ramai. Bisa tidak jadi tempat menyepi lagi niyh 😀

  3. Saya suka pantai, saya juga sering ke pantai dan pakai jaket :haha, maklum Mbak, biasa salah kostum :hihi. Bagus pantainya buat menyepi Mbak :hehe, kadang kalau traveling memang kita butuh waktu untuk sendiri dan menikmati sekitar, lepas sejenak dari riuh-rendah keramaian yang ada di tengah kota. Kadang butuh melambatkan denyut, supaya bisa bersyukur jantung ini masih berdetak :hehe.
    Pengen deh ke sana, duduk-duduk yang lama sambil nulis :haha, kalau nggak ketiduran sih :hihi.

    1. Ahaha tapi bener deh tanpa jaket yang ada masuk angin.
      Betul itu… Suasana sepi seperti itu paling enak dipakai buat nulis atau baca buku dannnn ketiduran ahahahaha. Saya aja waktu itu berat banget matanya sebelum makan, apalagi abis makan 😀

  4. Ke Jogja gw belom pernah sekalipun ke pantainya euy. Kayaknya seru nih pantainya San. Tapi kalo sampe sejam setengah di jalan sayang juga ya..

    1. Seru kok mas… Walaupun lama di jalan tapi worth banget.
      Kalau nggak mau yang terlalu jauh, cari yang dekat-dekat pintu masuk kawasan pantai saja. Memang tidak sesepi yang dikejauhan itu siyh.

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: