Desember Penuh Cinta

Nggak berasa tahu-tahu kita sudah ada di penghujung tahun 2015. Rasa-rasanya saya baru merasakan liburan akhir tahun eh sekarang sudah mau liburan lagi. Liburan ini memanglah satu yang selalu saya nanti-nanti tiap tahunnya. Karena hanya dimomen inilah (termasuk momen lebaran) saya dan suami mendapat libur yang amat panjang dari tempat kami bekerja. Kami bisa sama-sama leyeh-leyeh dirumah selama10 hari sambil bersilaturahmi kerumah keluarga. Cuman nggak enaknya, THR jadi seret.. ret.. ret. 😀

Sedikit kilas balik tahun 2015 ini hidup saya nggak pernah datar sama dengan tahun-tahun yang sebelumnya. Ada saja yang baru. Kalau di tahun 2014 momen terbesar saya adalah menikah, di tahun 2015 ini saya tengah mengandung.

Baca Juga: Persiapan SanWa Si Calon Ibu

Yang saya syukuri dari tahun 2015 ini, saya diizinkan untuk menikmati waktu berdua dengan suami selama hampir 8 bulan sejak kami menikah. Kami tidak menunda kehamilan, namun memang saya berdoa jika Yang Diatas mengizinkan saya ingin menikmati dulu waktu pacaran berdua paling tidak sekitar 6 bulanan.

Awalnya memang ada perasaan kuatir dan merasa bersalah. Karena sesungguhnya 2 bulan setelah saya menikah saya sudah dikaruniai keturunan, namun Yang Diatas berkata lain. Janin yang masih berumur 4 minggu itu rupanya gugur. Entah apakah karena keinginan saya itu atau bukan. Namun saya menyadari kelihatannya itu memang bukan momen yang tepat untuk kami mulai bersiap-siap menambah tanggung jawab baru. Sekarang saya yakin, April 2015 adalah  momen yang tepat bagi kami di karunia keturunan. Saya dan suami pun terus berdoa agar kelahiran ini tepat pada waktunya.

 

Di Desember 2015 yang penuh cinta ini, sebagai manusia saya meminta kembali, berdoa, agar anak ini lahir tepat pada waktunya. Saya pun meminta dengan sangat spesifik, jika itu kehendak-Nya, anak ini dapat lahir di minggu-minggu awal tahun. Saya ingin menjadikannya momen indah diawal tahun 2016. Mengapa Desember ini saya sebut penuh cinta karena tidak hanya saya saja yang menantikan si buah hati melainkan juga setiap orang yang disekeliling saya menantikan dedek bayi lahir kedunia dengan cintanya masing-masing. Ahhh saya jadi merasa berbunga-bunga. Ini pun jadi menambah resolusi tahun baru saya untuk menjadi seorang ibu yang produktif bagi anak dan suami. Terlebih-lebih juga bagi cita-cita saya untuk bisa menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sekililing terutama Thesis saya bisa cepat selesai dan kegiatan ngeblog saya semakin lancar jaya!!!! 😀

Inilah cerita Desember & Me, Mana Ceritamu?

Regards,

sans-sign

IMG_0746

31 comments on “Desember Penuh Cinta

  1. Ijinkan saya turut mendoakan, semoga tesis Mbak San bisa segera selesai, semoga Mbak San selalu sehat hingga nanti menjelang kelahiran, semoga sang anak nanti lahir dengan baik, dengan sehat, dan sempurna. Aamiin. 🙂

    Selalu jaga kesehatan dan jangan terlalu memforsir fisik ya Mbak. ^^

    Salam kenal, Mbak! 😀

  2. Hehe, jadi inget dulu stelah nikah aku jg berharap bs pacaran dlu. Tapi kemudian ngerasa kuatir, jgn2 gk dikasi anak. Tp syukurlah hepi ending ya mba.. Smoga kehamilanmu lancar, lahir selamat sehat tepat waktu. Aamiin

  3. Aduh Mbak, betulan, sehat selalu ya, semoga persalinannya lancar dan tak ada halangan :hehe. Desember agaknya bulan yang sangat membahagiakan untuk dirimu, semoga bulan-bulan lainnya juga. Sukses terus, ya!

  4. Ikut berduka cita untuk calon bayimu yang pertama ya San. Tuhan menciptakan kejadian memang selalu ada hikmahnya. Semoga lancar sampai melahirkan nanti dan setelahnya. Tesisnya juga cepet selesai 🙂

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: