Ini Ibu Saya

Halo halo halo!!!! Pada kangen nggak sama saya?? Wah nggak ya?? Kangen nggak kangen saya tetep mau update blog ini, hehehe. Lagi bener-bener ngalamin yang namanya blogger’s block untuk yang kesekian kalinya. Sudah sempat mau ngedraft, di hapus lagi. Mulai ngedraft lagi eh ujung-ujungnya dihapus lagi. Begini kali ya rasanya jadi penulis yang lagi mengalami kebuntuan. Bedanya nasib doang, mereka tulisannya bagus saya nggak :-p. Mau blogwalking pun terkendala, gegara kebanyakan mainan instagram :D.

Post kali ini ingin saya dedikasikan bagi perayaan hari ibu. Yup siapa siyh yang nggak tau kalau setiap tanggal 22 Desember, kita memperingati Hari Ibu di Indonesia. Path, Facebook, Twitter, Instagram, dan beragam media sosial lainnya penuh dengan gambar para ibu atau mama. Tak terkecuali saya. Saya suka sekali melihat foto-foto setiap orang yang update di path berfoto dengan mama atau ibu.

Foto yang saya posting di path adalah foto berikut:

wpid-mtf_wpuzh_325.jpg.jpg

Tidak ada alasan khusus mengapa saya memilih foto ini. Hanya tetiba kepikiran foto yang ter-in bersama mama ya saat pernikahan saya–which is almost 4 months ago. Foto ini diambil dengan apiknya oleh tante saya menggunakan smartphonenya. Duh saya sukaaaaa!!!!

Yang membuat saya suka dari foto ini adalah, foto ini diambil tepat setelah mama menangis saat berdoa akan berangkat ke gereja untuk pemberkatan. Saya terharu sekali melihat mama yang tak hentinya mengeluarkan air mata untuk anaknya yang akan menikah. Bahkan sayapun ingin menangis. Tapi karena mengingat make-up yang sudah capek-capek dan cakep-cakep didandanin dari pagi-pagi buta serta mengingat mata saya akan mblendung kalo habis nangis, saya berusaha mati-matian menahan tangis.

Mama bukanlah tipe orang yang dapat langsung mengekspresikan perasaannya lewat kata-kata. Dari saya kecil sampai sudah besar seperti ini kata-kata diantara kami sebenarnya tidak banyak. Tapi pengertian satu dengan yang lainnya sangat terasa. Seperti di hari pernikahan saya, melihatnya menangis sudah seperti ia mencurahkan isi hatinya pada saya 🙂 Uwhhh kangen mama…

Inilah sosok ibu saya. Bagaimana denganmu?

Regards,

sans sign

8 comments on “Ini Ibu Saya

    1. Makasih banyak mba… walaupun masih ga rapih… ya paling nggak numbuhin habitnya dulu 😬 Salam kenal juga lewat blog (padahal dah beberapa hari di BEC 😁😁😁)

  1. Cantiknyaaaa… Selamat atas pernikahannya, semoga rukun dan bahagia selalu…

    Mamanya cantiiik… turun ke anak2nya.. semoga beliau senantiasa diberi kesehatan…aamiin

  2. Yupss di pernikahan memang ibu2 pada nangis lepas putrinya. Termasuk saat perpisahan di greja#maksudnya mo di lepas ke pihak cowo#. Sebenarnya ayah juga merasakan yg sama lho. Tp msh sedikit nahan emosi di banding ibu.

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: