[Review] The Land of Stories (1)

Judul: The Land of Stories – The Wishing Spell
Penulis: Chris Colfer
Penerbit: Little, Brown and Company (Hachette Book Group, Inc.)
Tahun Terbit: 2012 [July 2013, 2nd Edition]
Tebal Buku:
ISBN: 031620157X [ISBN13: 9780316201575]
Rating SanWa:
Tanggal Mulai: 14 Oktober 2014
Tanggal Selesai: 28 Oktober 2014


“I will tell you about my past, or at least the past of someone I once was,” the Evil Queen said. “But consider yourself warned. My Story is not one that ends with a happily-ever-after.”


Bagi penyuka dongeng atau yang sering dikenal dengan nama “Fairy Tales” direkomendasikan untuk membaca buku ini. The Land of Stories karangan Chris Colfer merupakan perluasan dari dongeng-dongeng yang sudah kita kenal. Kita akan dibawa hanyut dengan kisah dongeng klasik yang sudah kita kenal sejak kecil. Buku ini ada untuk semua kalangan. Aman untuk anak-anak, menyenangkan untuk remaja, serta membawa memori untuk orang-orang dewasa. Buku ini termasuk buku Fantasi untuk Children. The Wishing Spell merupakan buku pertama dari trilogi The Land of Stories.

She returned carrying a large, old book with a dark emerald cover titled The Land of Stories in gold writing. Alex and Conner knew what the book was as soon as they saw it. If their childhood could be symbolized by an object, it was this book.


Buku The Land of Stories – The Wishing Spell menceritakan tentang perjalanan fantasi sepasang kembar bernama Alex dan Conner. Walaupun kembar, Alex dan Conner mempunyai perangai yang berkebalikan. Alex sangat tertutup dengan dunianya dan sangat menyukai dongeng. Sedangkan Conner berperangai sangat supel dan berpikir logis, serta suka tertidur dikelas sastra. Tapi mereka punya kesamaan yang sama yaitu perasaan sedih ditinggal mati ayahnya diusia yang terbilang dini dan harus ditinggal ibunya kerja yang tak kenal waktu demi menghidupi kebutuhan keluarga mereka.

Suatu saat, pada ulang tahun mereka yang ke-duabelas, nenek mereka menghadiahi suatu hadiah yang sangat dekat dengan kehidupan masa kecil mereka bersama mendiang ayah mereka. Hadiah itu adalah buku dengan judul “The Land of Stories”. Buku ini yang membuat Alex dan Conner jatuh cinta dengan dunia dongeng. Walaupun begitu hanya Alex yang tetap menyukai dunia dongeng setelah ayah mereka meninggal. Tapi mereka tak menyangka bahwa buku itu menyedot mereka ke dunia yang berbeda dari dunia yang mereka tinggali. Dunia yang penuh dengan magic dan penuh dengan tokoh-tokoh dongeng yang dekat dengan mereka sejak kecil melalui buku.

“Have either of you ever heard of the Wishing Spell?” Froggy asked the twins.


Kebingungan mencari jalan keluar, seorang manusia kodok memberitahukan satu jalan keluar untuk mereka dapat kembali ke dunia mereka sendiri. Mereka perlu mencari benda-benda untuk menghidupkan mantra the Wishing Spell seperti yang ditunjukkan oleh seseorang dalam jurnal pribadinya. Pencarian The Wishing Spell sebelumnya telah dilakukan oleh salah satu orang di dalam dunia buku “The Land of Stories” untuk sampai ke dunia dimana Alex dan Conner tinggal.

“I know this may not make any sense, but thank you for always being there for me,” Alex said. “You’re the best friends I’ve ever had.”


Pertemuan pertama Alex dan Conner dengan manusia kodok membawa mereka kedalam petualangan-petualangan fantasi yang mencengangkan mereka. Dunia baru yang sering mereka temukan dalam buku dapat mereka alami sendiri. Petualangan itupun membuka rahasia yang sangat mengagetkan sepasang kembar ini. Penasaran? Buku ini dapat dicari di toko-toko buku import ataupun dalam bentuk ebook.

Saya pribadi terkesan dengan buku ini. Saya–bahkan kita–terlalu mengenal dongeng seperti Snow White. Saya tidak menyangka bahwa Chris Colfer mampu membawa kisah Snow White lebih jauh sehingga kita seperti membaca kisah lanjutannya beserta dengan kisah-kisah dongeng klasik lainnya seperti Cinderella, Sleeping Beauty, dan lainnya. Tokoh-tokoh yang dihadirkan mampu menggambarkan bahwa kita sendiri seakan berinteraksi langsung dengan mereka padahal buku ini tidak diceritakan dari pola pandang orang pertama. Pemilihan karakter baru pun digambarkan dengan baik dan terkoneksi antara satu tokoh dengan tokoh lainnya.

Dua review saya kutip dari halaman buku ini di amazon:






Review terhadap buku ini bermacam-macam, itupun dikarenakan selera masing-masing orang. Tapi saya termasuk yang merekomendasikan buku ini. Buku ini sudah menjadi New York Time Bestselling Book sejak tahun 2012–sejak pertama terbitnya. Chris Colfer sendiri adalah seorang aktor yang pernah memenangkan Golden Globe melalui serial TV yang terkenal yaitu Glee. Ia mengaku bahwa buku ini sudah dimulai dibuatnya sejak ia kecil. Siapa sangka buku bagus lahir dari seorang aktor terkenal. Pasalnya ada kabar beredar bahwa ada rencana buku ini akan dijadikan dalam bentuk layar lebar. Wah kita tunggu saja kabar berikutnya.

Regards,










Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: