Saatnya Review Vendor Pernikahan SanWa (Part 2)

Melanjutkan post yang kemarin, saatnya saya membagi vendor-vendor saat resepsi saya. Maaf kalau agak panjang ya. Siapa tahu jadi inspirasi bagi yang akan menikah.

Resepsi

1.    Gedung: Gedung Puspa Pesona, Taman Anggrek Indonesia Permai, Taman Mini Indonesia Indah

Seperti pengalaman saya di post ini akhirnya kami menjalankan resepsi di Gedung Puspa Pesona, Taman Anggrek Indonesia Permai di daerah Taman Mini Indonesia Indah. Tapi jangan salah karena gedung ini tidak terletak didalam area TMII melainkan sepanjang jalan depan pintu 1 TMII. Gedung ini persis terletak di sebelah Tamini Square.

Menurut saya tempatnya strategis untuk orang-orang yang kebanyakan tinggal di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Cibubur, hingga Cibinong tapi memang kalau malam minggu macetnya itu tak tertahankan padahal jarak macetnya pendek banget. Mungkin karena jalanan setelah pintu tolnya kecil dan setiap mobil mengarah ke TMII yang membuat macet.

Gedung ini punya halaman parkir yang sangat luas. Halaman parker ini difungsikan juga sebagai lokasi pameran jika ada. Oh ya, gedung ini milik ibu Tien dan cukup lama sudah dibangun tapi dijamin kebersihannya selalu terjaga dimulai dari parkirannya, koridor gedung, isi gedung, hingga rumah persinggahan pengantin pun terawatt sekali.

Di sebelah kiri dan kanan koridor gedung terdapat kebun anggrek yang disewakan untuk pihak luar yang ingin mengembangbiakkan dan menjual anggrek-anggrek mereka. Wew warna-warna anggreknya mana tahan. Tapi dikala malam walaupun ada lampu koridor tidak terlalu kelihatan juga.

2.    Catering: Chikal

Saya sangat menyukai catering milik bu Sri ini karena jujur saja harga paketannya sangat murah dengan rasa makanan yang nggak malu-maluin alias enak. Orang tua saya tanpa pikir panjang, setelah test food pertama di tempat ini, langsung memutuskan menggunakan Chikal saja dan tidak perlu test food tambahan. Padahal ya menurut beberapa forum yang saya baca alangkah baiknya melakukan beberapa kali test food untuk memastikan konsistensi rasa masakan dan penyajiannya.

Kala itu menu-menu yang saya pilih adalah:

– Buffet

o Nasi Putih
o Nasi Goreng
o Sop Telur Puyuh
o Daging Empal Balado
o Ayam Bumbu Rujak
o Ikan Kakap Asam Manis
o Cah Ayam Jamur
o Salad Mix
o Krupuk Udang
o Buah Potong
o Podding
o Softdrink + jus
o Aneka Snack
o Air Mineral

– Gubugan

o Bakwan Malang
o Siomay
o Sate Ayam + Lontong
o Pofertjes + Es Cream
o Zuppa Soup
o Korean Bbq
o Chicken Cordon Bleu
o Es Cream Galon

Mengetiknya saja membuat saya lapar. Tapi saya ga dapat Zuppa Soup sama sekali, bahkan duduk di ruang VIP untuk makan saja tidak… huhuhu. Walaupun begitu makanan buffet yang dibawa pulang masih buaaaannnyyyaaakkk. Padahal undangan yang datang sesuai target. Bu Sri memang baik banget ngasih bonus-bonusnya. Tipsnya memang kita harus nego langsung ke Bu Sri bukan ke anak buahnya. Karena semua keputusan berasal dari Bu Sri cuman ya gitu deh ketemunya susah dan untung-untungan pas kita kesana pas ada beliau.

Menurut saya penyajian makanan pun apik. Memang saya tidak tahu yang diluar pelaminan, tapi sejauh mata memandang sekitar pelaminan piring-piring kotor yang berserakan dilantai segera diangkat sehingga tidak mengotori acara. Setiap penatalayan dan penjaga makanan gubugan menggunakan masker untuk menjaga kondisi makanan. Ini yang memang saya selalu wanti-wanti dari awal hingga technical meeting karena gedungnya bukan gedung berkarpet. Udah gitu yang hadir pun puas dengan masakannya. Orang tua kami pun tersenyum saaaannngggaaaattttt legaaaaaa.

3.    Wedding Toast: Grape Sparkling Juice

Sudah dari awal kami ingin menyimbolkan pernikahan kami dengan acara Wedding Toast bukan Wedding Cake. Nah, awalnya kami ingin membeli wine asli. Tapi setelah cari-cari kok lumayan juga agak mahal ya. Terus dan terus mencari akhirnya banyak yang menyarankan pakai Grape Sparkling Juice saja yang rasanya mirip wine tapi non alcohol.

Awalnya saya lihat Grape Sparkling Juice ini di Food Hall. Tapi ternyata keliling-keliling yang dekat dengan domisili kami (baca: Depok), kami bisa beli di toko roti Tous Le Jours. Harganya pun bisa lebih dari 50% lebih murah dari wine.

Untuk teknis hari-H pastilah kami minta bantuan Chikal untuk menyediakan gelas-gelas kakinya serta beberapa tambahan softdrink kalau-kalau sparkling juicenya hanya sedikit. Kami juga pastinya meminta bantuan Chikal agar membagi-bagikan gelas-gelasnya pada tamu-tamu yang hadir.

dsc_8244

4.    Bridal Wanita: Bahan dari Pasar Tanah Abang, Jahit di Ci Ana Bintaro

Untuk baju pengantin wanita bernuansa emas. Beli bahan hanya di pasar tanah abang supaya murah tapi memang pilihannya kurang bervariatif tidak seperti di Pron*o. Saya sempat menyesal mengapa saya tidak ke Pron*o terlebih dahulu sebelum ke pasar Tanah Abang. Memang di Pron*o lebih mahal tapi ada kain yang saya taksir dan emasnya kerennnn banget. Sayang kain saya sudah dihantarkan ke tukang jahit kala itu dan sudah mulai dipola.

Untuk penjahit sempat cari online yang dekat-dekat bintaro bahkan ada yang keliling-keliling dan dikunjungi langsung. Sebenarnya banyak tapi jujur untuk kocek saya tidak masuk padahal saya hanya membuat kain kebaya tanpa payet. Akhirnya pilihan jatuh kepada langganan mama yang sudah lama tidak kita datangi namanya Ci Ana (nama rumah jahitnya saya lupa xixixixi) di Bintaro sektor 1 dekat Sederhana Bintaro sektor 1.

dsc_8091

Saya sangat rekomen sekali para pengantin bisa datang ke tempatnya Ci Ana ini. Hasil jahitannya rapiiiiihhh sekali. Setiap kali saya datang mau antar kain dan mau fitting pasti lagi ada yang transaksi mau buat baju pengantin atau juga mau fitting baju pengantin. Cuman Ci Ana hanya menerima baju-baju wanita. Tidak menerima jas atau baju-baju pria. Untuk harga pun kompetitif bahkan bisa murah setengahnya dari yang saya cari. Memang siyh saya ketemu harga yang sama tapi tempatnya jauh-jauh seperti di Pondok Cabe dan Rawamangun. Wah ongkosnya aja udah gede kesana, hahahaha.

Untuk sepatu saya serahkan pada merk Vnc, murah tapi enak dikaki saya. Pas banget memang lagi keliling-keliling mencari sepatu mama eh ada yang warnanya sama dengan baju pengantin udah gitu pas lagi promo aka diskon. Ya langsung dong disabet. Hahahaha.

5.    Bridal Pria: Jahit Sendiri

Bahan jas, rompi, dan celana pria kami beli juga sekalian di Tanah Abang supaya murah hehehehe. Pastinya bernuansa emas, walaupun setelah jadi kok nuansanya bronze ya?? Hahahaha. Untuk jahit diserahkan ke penjahit jas langganan bapak mertua. Hasilnya oke kok. Mamas juga kelihatan ganteng… kelihatan loh ya… hahahaha.

Baju kemeja dan dasi kami beli di Ambasador yang pastinya bukan bermerk sama sekali. Total dasi dan kemeja cuman lima puluh ribu rupiah saja. Hahaha, nggak papa lah ya soalnya kemeja dan dasi itu juga untuk pelengkap dan ketutup rompi juga, yang penting warnanya match. Dasinya juga hanya dibentuk dasi biasa karena mamas nggak mau pakai dasi kupu-kupu. Tadinya pengen bikin dasi seperti ala-ala duke di Inggris gitu tapi ternyata pihak sanggar tidak ada yang bisa merangkainya jadilah bentuk dasi biasa.

dsc_8095

Perihal sepatu pria ini duh susah banget carinya. Apalagi saat itu baru cari H-2 minggu ditambah lagi bajunya yang berwarna emas, susah banget cari sepatu yang cocok. Giliran ada yang warnanya sesuai ehhh modelnya ga sesuai dihati mamas. Ada yang bentuknya sesuai, warnanya ga cocok. Ada yang bentuk dan warna sesuai mana murah juga, eh nomornya ga ada. Akhirnya di akhir-akhir pencarian dapet juga merk Andr*w yang warnanya memang tidak persis emas atau coklat kearah bronze tapi putih ke krem-kreman. Sepatunya keren dan cocok sama bajunya, tapi harganya juga keren #duh#. Ya, yang penting udah dapet lah.

6.    Rias & Rambut: Sanggar Chikal

Perihal ini pastinya diserahkan ke Chikal sepenuhnya. Terutama untuk saya, tadinya saya menolak menggunakan sanggul tambahan tapi setelah dipaksa-paksa pihak sanggar akhirnya saya iyakan menggunakan sanggul. Hasilnya?? MENAWAN!!!

Urusan rias di Chikal dari awal saya request bu Sri langsung yang mendandani saya dan berhasil. Hasilnya pun… hmmmm…. #speechless. Alat-alat make-up nya mewaaaahhhh. Bahkan pas lagi dirias yang dimulai jam 3 sore itu perut saya keroncongan. Akhirnya bu Sri meminta teman saya mengambilkan makanan untuk saya dan bu Sri sendiri yang nyuapin saya. Baiknya beliau.

Untuk aksesoris saya pakai punya saya sendiri beli di Pasar Pagi Mangga Dua dimulai dari mahkota, sarung tangan kebaya pendek, gelang, kalung, dan anting-anting. Tapi ada sedikit tambahan satu aksesoris rambut dari Chikal.

7.    Bridal dan Rias Orang Tua: Bahan Pasar Tanah Abang

Baju orang tua kami berdua pastinya dibeli berupa bahan dan lagi-lagi dari Tanah Abang. Orang tua sama sekali tidak memakai paketan dari catering ya yang pasti karena mama saya. Hahahaha, mama saya pastinya hanya ingin pakai baju dengan model yang dirancangnya sendiri. Jadilah paketan dari catering dilimpahkan untuk pakaian WO yang tidak ada dalam paket.

Masing-masing orang tua juga jahit sendiri diluar dengan model yang disesuaikan keinginan masing-masing orang tua. Kalau mama sudah pasti bikin di Ci Ana.

Adik saya dan mamas pun yang sama-sama wanita juga dibelikan bahan dari Tanah Abang berwarna abu-abu—duh saya jatuh cinta sama warna abu-abunya—dan juga jahit sendiri sesuai selera. Lagi-lagi pasti adik saya ikut jahit di Ci Ana. Kalau papa saya jahitnya di bilangan Blok M Square, hasilnya juga apik banget.

Masalah Riasan, orang tua dan adik saya rias sendiri di Bintaro, pastinya pakai jasa Mba Sri yang make up saya waktu pemberkatan (memang yang namanya Sri itu jago make up ya ^^). Riasan orang tua dan adik mas menggunakan riasan dari Chikal. Hasilnya juga nggak kalah dari mba Sri Bintaro kok :).

8.    Pakaian Among Tamu & Keluarga: Bahan dari Pasar Tanah Abang

Among Tamu dan keluarga besar dari keluarga saya, kita belikan bahan dari Tanah Abang juga. So pasti atas alasan murah tapi berkualitas. Untuk orang tua kami belikan warna merah hati dan untuk para sepupu kami belikan warna cokelat.

Sedangkan Among Tamu dan keluarga besar dari keluarga mamas dibelikan bahan oleh orang tua mamas berwarna kuning keemasan cerah. Kalau yang ini kami kurang tahu orang tua mamas beli dimana. Mungkin di Jatinegara.

9.   Pakaian WO & Penerima Tamu: Chikal

Untuk pakaian dan riasan para WO dan penerima tamu menggunakan paketan dari Chikal. Kami memilih baju nuansa silver dengan kain bagi yang wanita dan baju demang hitam untuk yang pria. Keren lowh setelah dipakaikan di mereka. Dan reaksi mereka?? “Duh pegel, kapan selesainya niyh, stagennya sesek!!” Hehehehe maaf ya… Luv you all dah.

dsc_8473

10.    Hand Bouquet: Chikal

Pastinya dari Chikal. Hand Bouquetnya memang tidak full mawar putih tapi banyaaakkk. Padahal awalnya waktu deal-dealan sama Mas Erik (staf ibu Sri) tidak usah pakai mawar persis waktu nego buat hand bouquet pemberkatan. Sungguh surprise juga buat saya.

dsc_8334

11.    Foto & Video: Republik Gambar

Ini sudah termasuk dalam paket Chikal. Saya agak sedikit sangsi pada awalnya akan hasilnya karena setelah searching paketan dari republik gambar ini memang minim. Kalaupun dikeluarkan dari paket hanya berkurang sedikit. Tapi setelah lihat hasilnya tidak begitu mengecewakan lah walaupun foto candid selama acara cuman sedikit, tidak ada foto-foto suasana diluar ruang pelaminan, dan hasil wawancara video pun sedikit. Ya namanya juga cuman satu fotografer dan cuman satu videografer.

Yang saya suka dari Republik Gambar ini adalah saya dapat fotografer yang sangat kooperatif. Mulai dari mini studio eh bahkan mulai saat dirias hingga saat selesai acara fotografernya dapat mengarahkan gaya dengan lugas dan orangnya nggak kaku. Kalau kata si fotografer, setiap kali yang rias ibu Sri pasti si fotografer ini yang dikirim. Mungkin kayak best of the best nya dari Republik Gambar kali ya. Wah kalau begitu saya beruntung sekali.

12.    Dekorasi: Chikal

Untuk urusan dekorasi ternyata nggak pelit-pelit amat juga kok. Apa yang saya minta dikasih juga walaupun ada beberapa yang diluar ekspektasi. Dekorasi pelaminan sesuai dengan yang saya minta yaitu nuansa putih emas dengan dominant putih. Menggunakan karpet seperti karpet berbunga. Pergola-pergola yang nggak pelit hiasan dan juga lorong daun-daun runcing yang ditempel beberapa foto prewedding kami. Latar belakang untuk foto prewedding dengan suasana luar ruangan dipadu latar warna putih emas. Kalau untuk latar prewedding ini lah yang tidak sesuai ekspektasi. Saya inginnya rumbai rumbai emas putih sederhana yang lebih ngeblink dipadukan dedaunan cantik tapi nampaknya dekorasi Chikal susah mengaplikasikannya.

13.    Music Entertainment: Organ Tunggal dari Chikal

Untuk musik saya wanti-wanti, suara harus bagus mau pria atau wanita tidak masalah. Yang penting menyanyikan lagu yang tidak keluar dari list yang saya kasih. Karena banyak di pernikahan-pernikahan menyanyikan lagu-lagu patah hati walaupun lagu itu sedang hits. Emang nya mau konser. Tidak mengecewakan saya dapat organ tunggal dengan penyanyi wanita bersuara ciamik dan bisa menyanyikan lagu-lagu modern dengan bagus termasuk poco-poco.

dsc_8306

14.    Cucuk Lampah & Gatot Kaca: Chikal

Kalau yang ini sudah jadi paketan dari Chikal. Awalnya tidak ingin diambil siyh ataupun pengen diambil tapi tambah tari Manado cuman sampai akhir nggak dapat-dapat tari Manado juga dan daripada nggak ada keseruan-keseruan tersendiri ya sudah pakai saja. Memang keren juga kok. Pakaian gaun dan jas tapi ada Cucuk Lampahnya :D.

15.    MC: Regina Oroh (Saudara sepupu)

Mengenai MC dari awal saya sudah membidik saudara saya sendiri, Regina Oroh. Saudara saya ini pengalaman bekerja di radio sebagai penyiar waktu masih tinggal di Manado. Bahkan sampai sekarang saya tahu itu masih menjadi obsesinya. Bantu Doa ya semoga dia berhasil.

Sebenarnya dipaketan Chikal juga memberikan MC. Awalnya sudah saya minta tukar MC dengan karpet bunga itu. Eh ternyata dikasih juga. Tahu-tahu pada hari-H MC nya dateng juga. Mungkin memang buat Cucuk Lampahnya siyh ya tapi akhirnya berlanjut sekaligus membantu saudara saya. Dadakan tapi duet MC ini keren juga.

16.    WO: Teman-teman alumni zaman kuliah

Inilah Wedding Organizer yang tidak dadakan tapi masih amatiran. Terdiri dari wanita-wanita bernama Yanti, Frida, Tio, Triany, dan Itin, dibantu dua lelaki yaitu Hose (pacar Frida) dan Bang Saut (suami Itin). Mereka ini teman-teman alumni zaman masih kuliah di politeknik dulu dan juga teman satu kepengurusan organisasi kerohanian kampus. Atas pengalaman bikin acara kerohanian inilah saya berani menggaet teman-teman ini untuk membantu. Hasilnya tidak mengecewakan kok… Kerennnn!!! #cium satu-satu#

dsc_8474

17.    Photobooth: JustBee Production

Souvenir utama dalam pernikahan kami pasti berupa photo. Karena kami merasa photo dapat menjadi sesuatu yang dapat dikenang dari yang hadir dan juga bagi pengantin. Jadilah photobooth pilihan kami. Awalnya ingin anti mainstream dengan menggunakan photobooth yang self service tapi karena nggak masuk budget dan takutnya ngeribetin yang hadir akhirnya cari yang normal-normal saja.

Terpilihlah JustBee Production karena produksi ini milik adik kelas semasa kuliah di poltek dulu. Apalagi beberapa bulan sebelum acara saya, acara organisasi kerohanian saya juga memakai jasa JustBee Production ini jadi bisalah dapat diskon sedikit.

Hasilnya?? Okeee bangeeetttt!!! Bocoran dikit deh sekalian promosi (nggak berbayar loh) bahwa seminggu sebelum acara resepsi yang bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, Just Bee Production ini dipakai di acara pesta karyawannya kantor Panasonic lowh. Pasti kualitas dijamin top bgt deh.

18.    Souvenir: Sarung Handphone di Pasar Pagi Mangga Dua

Ternyata mama merasa bahwa souvenir hanya berupa foto tidak berasa diberi souvenir akhirnya tetap dibelikan buah tangan berupa sarung handphone batik yang kami beli di Pasar Pagi Mangga Dua. Harga? Ya standardlah dimana-mana.

19.    Undangan: Design Sendiri

Seperti halnya pemberkatan, kemarin ada dua tipe undangan juga. Satu dari saya untuk disebar ke keluarga, teman-teman kantor, dan teman-teman dekat. Satu lagi dari orang tua mamas untuk mengundang kolega orang tua mamas.

Kalau undangan dari saya dipesan berbarengan dengan undangan pemberkatan. Desain dari saya dan mamas sendiri berbentuk paspor lalu dikasih ke papa untuk finishing, beli kertas, dan cetak di percetakan. Kenapa berbentuk paspor dan boarding pass karena ini salah satu kesukaan kami yang sama yaitu travelling dan kami pernah nge-trip bareng semasa pacaran.

Awalnya kami ingin mengkonsep kartu undangan kami berupa tiket pertunjukan teater seperti di broadway sana karena kami sama-sama suka nonton film-film (action lebih tepatnya). Tapi pas lagi buka-buka majalah tetiba berubah haluan. Kami melihat inspirasi undangan berbentuk paspor dan terlihat unik sekali. Jadilah berubah haluan. Kami memilih warna cokelat sebagai bahan dasarnya agar terlihat cocok dengan nuansa pernikahan kami yaitu emas (bukan karena kami bekerja di perusahaan Jepang ya yang punya warna paspor Cokelat).

Untuk undangan dari keluarga mamas bentuknya sama dengan yang dipakai saat pemberkatan hanya tanggal, waktu, dan tempat saja yang berbeda. Pastinya tidak ada fotonya juga ya.

20.   Entertainment lain:

Untuk urusan hiburan lainnya, sudah pasti meminta grup paduan suara om dan tante ku yaitu Paduan Suara Alleluia dari gereja GPIB Filadelfia untuk menyanyikan dua lagu. Pertama lagu The Prayer yang mengiringi alunan lagu wedding toast lalu yang kedua lagu If We Hold On Together yang mengiringi tanda dimulainya salam-salaman. Tapi tidak hanya itu saja, mereka juga menyanyi lagu From This Moment On dan masih banyak lagu lainnya. Intinya dibuat meriah dengan suara nan merdunya. Bonusnya anggota paduan suara mau berpoco-poco dan menari bersama :)).

Akhirnya selesai juga review vendor resepsi saya dan suami. Hehehe, panjang ya….

Ini berarti selesai juga saya berbagi perjalanan persiapan pernikahan saya hingga hari-H. Moga-moga menjadi masukan bagi yang membutuhkannya.

Seperti sebelum-sebelumnya kami siap menjawab jika ada yang ingin ditanyakan. Silahkan dikomen ya. ^^

Regards,

sans sign

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Dear groom & bride to be..
    Cari gedung pernikahan di bandung dan di tengah kota?
    Mudah aksesnya, dan dekat dengan pintu tol?
    Ga mau ribet urusin pernikahan? HIS Wedding & Organizer solusinya !
    Akang dan teteh akan di dampingi oleh Wedding Consultant yang profesional, dan kami menghadirkan Gedung Convention Hall Rasa Hotel yang FULL CARPET & FULL AC yaitu BALAI SARTIKA CONVENTION HALL yang ada di Buah Batu itu loh (Bikasoga) dan bekerjasama dengan VENDOR TERNAMA DI KOTA BANDUNG.

    PROMO BULAN APRIL :
    CASHBACK 25 JUTA
    *syarat dan ketentuan berlaku

    Mau konsultasi boleh langsung hubungi aja Acha 0812 2372 0712 (Fast Respon)
    https://www.instagram.com/natasha.hisbalaisartika/

  2. Blognya bagus banget kak ^^ Semoga langgeng sampai maut memisahkan 🙂
    Selamat pagi kakak. 🙂 maaf numpang promosi ya. ^^
    Ada yang mau nikah? Tapi masih bingung cari Wedding Organizer yang profesional? Rias pengantin yang bagus dan *manglingi? Dan catering yang halal,enak, murah dengan dekorasi yang bagus tapi tetep dengan harga sesuai kantong anda?
    Gak cuma catering untuk nikahan aja lho, ada juga nasi box, racikan dan nasi bancakan. Rias untuk pengantin,wisuda,persewaan kebaya/beskap juga bisa. Yuk cek paket paket hemat kami di link kami http://www.bumentik.com dan http://dekorasipernikahanjogja.com/

  3. Mba sandrin makasih info nya… Kl boleh saya mau dunk di kirim price list wo nya sama gedungny…
    Buat perbandingan kl nti merid hehehe
    Mohon bantuannya y mba email nya endang_feehily@yahoo.com
    Makasih banyak sebelumnya

  4. mbak.. sy juga rencananya mau pakai Taman Anggrek TMII dan chikal sbg vendor cateringnya.. boleh minta PL n rinciannya untuk Taman Anggreknya, dan kalau bisa plus minusnya pakai Taman Anggrek? (rencana saya siang hari resepsinya)

    kalau PL chikal sy sdh ada.. trimakasih ya..

  5. wah ambil paketan dari chikal ya..riasnya bagus
    dekorasi ruangan juga bagus
    emang lebih puas jahit baju sendiri ya..dulu waktu saya nikah juga gitu
    beli kain satin dan brokat sendiri, lalu dijahitkan 🙂

  6. Pingback: Our Wedding Journey | SanWa Journeys