Happy Batik Day!!!

Hari ini bertepatan dengan hari batik Indonesia yang ke-5. Sejenak saya berpaling dari tulisan yang berisi perjalanan pernikahan saya untuk turut memeriahkan Batik Day ini. Baru saja berjalan-jalan dari blog tetangga dan ini menginspirasi saya untuk ikut berbagi.

Pada dasarnya saya sangat menyenangi Batik. Pergi berkeliling daerah-daerah di Indonesia yang saya cari pasti batiknya. Kalau memang menjual batik pasti saya beli. Saya pernah beli batik di Bali, Yogya, dan Cirebon (selain di Jakarta tentunya). Dapat oleh-oleh batik dari Solo dan Pekalongan pun pernah.

Sebagai pecinta batik saya paling nyaman kalau udah pake dress batik. Biasanya dress ini saya pakai kalau ke Gereja. Sayangnya saya masih belum punya batik dengan nuansa casual. Kebanyakan batik yang dibeli untuk suasana semi-formal dan formal.

Kecintaan saya akan batik dimulai tepat hari ini 5 tahun lalu. Ketika itu di kantor saya pertama kalinya (dan terakhir kalinya #sedih#) menyuruh seluruh karyawan head office menggunakan batik. Entah dari situ bahkan setelah foto-foto saya jadi suka batik, walaupun ga langsung borong juga siyh yaaaa. Kebanyakan batik saya awal-awalnya adalah pemberian orang tua semua. Belum ada yang beli sendiri, padahal udah kerja #minta ditampol ga siyh# hahahahaha.

IMG_19105833206761

Untuk pertama kalinya saya beli batik waktu saya pertama kali travelling setelah bergaji yaitu di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Buat saya pribadi saya membawa dua dress semi-formal. Foto menyusul ya, ada nya di HDD external. 🙂

Saat saya travelling ke Bali saya juga membeli batik di Batik Galuh. Berupa rok ikat berwarna ungu yang sampai saat dan detik ini pun belum pernah saya pakai. Saya masih terlalu sayang untuk memakainya secara itu batik tulis. Dan atas nama penghematan saya membeli rok yang harganya paling murah. Tahu kan batik tulis itu harganya selangit untuk kantong saya. Udah bisa travelling aja udah sukur… 😀

Lalu batik yang saya beli di luar Jakarta adalah di Cirebon. Oke, saya akui harganya relatif tinggi untuk batik yang bermotif mega mendung ini. Di pasar Trusmi saya putar-putar sekian lama akhirnya mendapatkan Jaket Batik (yang sudah saya idam-idamkan sejak lama) dengan harga ya menurut saya bolehlah masuk di kantong. Dan pertama kalinya saya membeli kain batik yang saat itu lagi diskon dan motif serta warnanya saya suka, yang mana sampai sekarang pun belum saya bikin-bikin juga hehehehe.

DSC_0009_14

Batik-batik saya yang lainnya saya beli di Jakarta. Bahkan sangking cintanya, saat prosesi lamaran temanya harus Batik. Saat pemberkatan pun saya menyewa kebaya panjang dengan ekor Batik serta meminta keluarga besar mengenakan Batik. Walaupun cinta sama Batik, saya masih belum bisa membedakan ciri khas daerah tertentu. Well mungkin karena saya juga malas mencari artinya siyh. Ketika saya lihat saya suka ya saya pakai. Dalam memilih batik pun saya tidak begitu suka yang model-modelnya “ibu-ibu” banget. Berhubung saya bukan orang yang pintar padu padan, jadilah saya selalu mencari model batik yang berupa mini dress.

IMG_27343248954309

IMG_3421

Walau memang Batik bukan hanya khas Indonesia saja – bahkan banyak versi KW dari negeri seberang sana – Batik asli Indonesia memang paling beda dan paling keren. Beberapa kali overseas saya sempat membawa batik. Seperti ke Singapore menggunakan motif yang mirip Batik. Ke Hongkong pun saya pakai jaket batik saat disana sedang panas-panasnya (aka summer) apalagi warnanya merah bikin mata-mata melotot. Jalan-jalan disneyland juga pakai celana batik kesukaan saya.

DSC_0064_3

DSC_0088_7

Well, inilah salah satu identitas bangsa kita. Seenggak sukanya kita sama bangsa ini, budaya tetap harus kita pelihara agar bangsa ini tetap menonjol minimal melalui barang yang bisa kita pakai langsung. Hidup batik Indonesia dan Selamat Hari Batik Indonesia yang ke-5.

Regards,

sans sign

4 comments on “Happy Batik Day!!!

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: