Apa dan Mengapa

Dua kata tanya yang tak pernah berhenti berputar di dunia ini, Apa dan Mengapa, adalah kata-kata yang selalu membuat orang bahkan yang sangat pintar sekalipun bingung menjawabnya.

Dua kata tanya inilah yang berseliweran diotakku saat-saat ini. Apa yang sudah kulakukan? Mengapa kumelakukannya? Berulang kali setiap hari, setiap saat itu-itu saja yang terngiang.

Salah ga sih bertanya seperti itu? Ga salah sama sekali. Yang salah adalah ketika kita sudah menemukan jawabannya yang tepat tapi masih terus bertanya, bertanya, dan bertanya selayaknya orang yang tidak percaya.

Hari minggu kemarin, perihal “percaya” dan “tidak percaya” ini menusuk sanubari ku. Tema yang kudapat saat gereja minggu kemarin adalah “Percaya”.

Hal ini berulangkali didengar. Tiap hari, tiap minggu, bulan, dan tahun tema ini selalu terbaca secara explisit maupun implisit. Tapi disitu aku sadar kelemahan dan masalah terbesar manusia adalah “Kurang Percaya”. Kurang percaya manusia kepada Tuhan adalah akar permasalahannya. Itulah yang membuat semua manusia mengandalkan dirinya sendiri sehingga tidak menyenangkan hati Tuhan. Adakah damai sejahtera jika yang kita lakukan setiap saat dan setiap waktu tidak membuat Sang Pencipta kita tersenyum?

Jadi teringat moto Agnes Monica, “Dream, Believe, and Make it Happen”. Aku menerjemahkannya menjadi, “Memiliki Visi dari Tuhan, Mempercayakan hidup kita untuk dipakai Tuhan, dan Laksanakanlah untuk Tuhan”. Berkata-kata hal ini sangat gampang, segampang membalikkan telapak tangan. Tapi melakukannya sangatlah sulit sehingga kita seringkali bertanya Apa dan Mengapa yang berujung dengan pengandalan diri sendiri dan tidak percaya pada Yang Diatas.

Terus apa dong konkritnya? Jalani hidup dengan selalu berkata, “Syukur Tuhan” dan menjadi TENANG. Ini bukan hanya untuk masalah yang menurut ukuran manusia adalah “BESAR”. Ini berlaku untuk setiap masalah kecil sekalipun.

Mau contoh? Coba praktekan hal diatas saat kita terjebak macet ditengah jalan dan rasakan sendiri sensasinya kemudian.

Dua kuncinya “Syukur Tuhan” dan “Menjadi Tenang”.

Regards,

20140126-094706.jpg

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: