Turn Your Short Business Trip to A Memorable One

April 2012, satu tahun yang lalu, kesempatan datang kembali kepadaku mengunjugi negara tetangga, Singapura. Pastinya untuk business trip. Tapi bukannya aku senang, jujur aku tidak ingin. Mengapa? Karena kala itu aku dikirim untuk presentasi di depan puluhan orang dari berbagai negara di asia pasific. Ditambah lagi namanya juga business trip, hanya boleh semalam disana, berangkat penerbangan malam setelah kantor, begitu pun pulangnya langsung setelah seminar. Tambah tidak semangatlah aku untuk berangkat kala itu. But it turned good to me. Why?
Pertama, aku bisa merasakan penerbangan singkat menggunakan Singapore Airlines. Bilang saja saya udik, tapi itu kali pertama naik pesawat super besar dengan kecepatan super tinggi, duduk di samping emergency exit yang tidak bisa lihat view diluar (walaupun ga bisa dilihat juga karena penerbangannya jam 7 malam), dikeliling penumpang-penumpang asing, makanan yang super sedap, serta penerbangan gratis tentunya. I can say it was great!!!
Kedua, hotel tempatku menginap ternyata di depan salah satu pertokoan yang menjual buku-buku bekas dengan kondisi bagus serta murah. Itu berarti aku bisa hunting buku. Dan itu yang kulakukan pada keesokan harinya. Dikarenakan penerbangan pukul 10 malam jadilah selesai seminar pukul 5 sore aku kembali ke hotel bersama beberapa peserta seminar lainnya menggunakan shuttle bus yang disediakan penyelenggara lalu keliling-keliling Bras Basah Complex membeli buku murah. Owh great!!!

Ketiga, untuk yang pertama kali aku bisa menikmati kamar hotel ditengah malam dikarenakan aku harus mempersiapkan bahan presentasiku. Walau mengantuk cukup menyenangkan, karena kamarnya colorful walaupun kecil. TV yang disediakan TV LED 32″ walaupun tidak sempat dinyalakan. Duduk di meja kerja hotel sambil begadang berasa seperti seorang executive muda yang super sibuk. Xixixixi….

Photo6

Keempat, tumben-tumbenan tidak selera makan pagi. Ya jelaslah, mau presentasi didepan orang-orang yang memiliki bahasa berbeda dengan kita jelas bikin penuh perut dengan kegugupan. Setiap menit itu berharga sekali. Eh tapi habis presentasi  banyak yang ngajak tukeran kartu nama (walaupun presentasinya jelek banget.. hehehehe). Berasa menjadi orang penting sekali-kali menyenangkan juga loh. 😀
Kelima, dikelilingi orang-orang sebangsa yang sangat mendukung saat mau presentasi rasanya tak ternilai. Peserta seminar yang dari Indonesia nya cukup banyak. Padahal belum pernah bertemu sebelumnya tapi disana tidak ada rasa sungkan sama sekali malah saling berbagi kelakar dan mereka udah pada bos-bos semua.
Keenam, bisa liat Singapore National Library dari luar, soalnya jam 5 udah tutup. Yang ternyata juga library nya ternyata didepan hotel tempatku menginap dan sebelahan sama Bras Basah Complex. Tapi keren bokkkkk. Udah dimasukkin daftar, mengunjungi Singapura harus mengunjungi perpustakaan ini. Walau dijamin pasti ribet biar bisa masuk. Still, must be on my list.

Ketujuh, akhirnya bisa liat juga yang namanya Bugis Junction dan menyusuri pasar di Bugis sekalian beli oleh-oleh. Tempat kongkow yang cozy menurutku, karena dipenuhi eksekutif muda yang necis dengan pakaian kerjanya. Tapi jangan ketipu sama barang-barang yang dijual disana ya, karena menurutku sama seperti yang setiap kita lihat di Jakarta seperti Tanah Abang or Mangga Dua (bahkan lebih bagus di Jakarta). Serunya, sangking asyiknya menyusuri bugis street tau-tau udah sampe Little India dengan kondisi kelelahan.

Kedelapan, ngelewatin depan istana negaranya Singapura. Well, only the gate, but still I saw it in only a short period of time though in the dark from my taxi. Terus ngeliatin lampu-lampu semarak di orchard road,walaupun tergoda banget untuk mampir di Ion. Yah apa daya, kaki sudah tak kuat melangkah. Padahal tadinya dari Little India rencana mau naik MRT ke orchard sambil keliling-keliling. Tapi kakinya udah ga kuat banget,sakit karena menggunakan sepatu yang salah serta barang bawaan yang sudah terlalu berat sama oleh-oleh. Tips: walau business trip,pakai sepatu resmi senyaman mungkin dan bawa barang seringkes mungkin.
Kesembilan, bisa nikmatin Changi airport yang luas, dan penuh karpet-karpet yang elegan itu. GI aja kalah!!!
Photo46
Kesepuluh, kembali ke Jakarta dengan SQ, welcome good food!!!!
Overall, if we can feel every minute of our short trip, every scene around us, and every step we take in a limited of time, SHORT BUSINESS TRIP even the boring one can add one new experience of our travel diary and open new perspective of travelling. It’s always worth the price.
 
Happy Travelling!!!!!

 

Regards,
sans-sign

6 comments on “Turn Your Short Business Trip to A Memorable One

  1. yang dinikmati ya suasana KOTA nya. hehehe..kaLo aLam sih udah pasti kalah telak.
    dan sebaliknya..urusan ‘modern’isasi yaitu keaManan, kecepatan transport, kenyamanan tiap Lokasi, indonesia… masih jomplang banget.

    1. Hahaha setuju kalo alam udah pasti Indonesia the best dah… semua2 ada dari yg ekstrem sampe yang ga… tapi kalo sistemnya memang masih menang jauh di negara tetangga kita. Agak telat ga siyh kita. 😊

  2. Tapi memang di SG itu ga ada yang bisa dinikmati ya.. 8D.. Bener2 jauh kalah lah dari negara kita sendiri. Sekali2 boleh siyh liat-liat. hehehe
    Wah sama kita ^^ saya tidak begitu suka shopping kecuali hunting bukuuuuu!!!!

  3. Aku resign udah lama banget. Tapi kantorku dulu reportnya ke SGP, jd aku kesana sebulan sekali. Waktu masih baru, trainingnya jg disana 1,5 bulan. Tapi ya gitu deh, gak sempat kemana-mana selain hotel-kantor pdhl hotel langganan kantor itu di bencoolen, ujung orchard, tiap hari lewat heheheee…. Tp emang aku bukan shopping type of a person. Jadi nyantai bae. Mainnya malah ke Sentosa sama anak2 pas libur panjang.

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: