Perjalanan Singkat di Singapura

Tidak menyangka sudah satu tahun berlalu sejak perjalanan dinas pertama kali ke Singapura. Sungguh menyenangkan mendengar bahwa diriku diberi kesempatan berangkat ke negeri tetangga. Apalagi setelah bos mempercayakan diriku berangkat ke Malaysia satu bulan sebelumnya.
Singkat cerita, perjalanan bisnis ini dimulai dengan sangat menyenangkan. Aku dijadwalkan untuk berangkat pada hari Minggu, 25 Maret 2012 dengan penerbangan sore. Ternyata tante bersama om dan anaknya sedang trip ke Singapura. Aku mengetahuinya saat bertemu saudara di gereja pagi sebelum keberangkatan. Akhirnya sepulang dari gereja aku langsung menghubungi tante ku dan kami janjian untuk bertemu sesaat setelah aku sampai di Singapura.
Trip kali ini aku menggunakan penerbangan Garuda. Pelayanan yang ramah disertai dengan makanan yang sedap membuat perjalananku selama di pesawat begitu menyenangkan. Setiba di Changi International Airport dan dimulai dari sinilah aku terkagum-kagum dengan Singapura. Airport nya begitu besar sehingga saat turun aku sedikit kebingungan, bagaimana caraku menuju pintu depan airport ini untuk mencari taksi *udik ya 8D*. Eh ternyata ketemu orang Indonesia juga yang juga lagi berbicara dengan temannya bahwa untuk menuju lobby supaya lebih cepat menggunakan kereta penghubung airport. Aku yang tak sengaja menguping mengikuti petunjuknya. Sesampai di loket imigrasi aku masih tak berhenti terkagum-kagum dengan Changi sampai tersadar bahwa aku harus menghubungi tante. Setelah kuhubungi kami memutuskan bertemu di Marina Bay Sands setelah aku check-in di hotel.
Dari airport aku langsung menuju hotel. Diperjalanan, kembali aku terkagum dengan negara ini, bersih, teratur, dan tidak macet. Jalan-jalan kuperhatikan dan kondisi langit masih cerah cenderung mendung padahal waktu sudah menunjukkan jam 6 sore.
Sampai hotel (yang dengan udiknya aku memperhatikan conveyor membawa tas ku naik dari undakan tangga bawah hingga tangga atas ke arah lobby hotel) dan check-in di Park Royal hotel aku kembali menggunakan taksi menuju Marina bay sands masih dengan terkagum-kagum melihat jalanan disana walau sedang gerimis. Supir taksinya pun baik. Kami berbincang sedikit tentang Jakarta dan Singapur.
Sampailah aku di Marina Bay Shopping Center bertemu dengan tante, om , dan sepupu kecilku. Kuakui mall yang sangat indah dan megah. Ada sungai kecil dalam mall dengan gondola nya yang super bersih dan Kasino dengan penataan mall yang sangat apik beserta toko-toko yang berkelas seperti Louis Vuitton mall. Sesampainya disana kami langsung makan di food court. Aku memesan bakmi khas Singapura. Setelah makan dilanjutkan ke SkyPark Marina. Ini yang tak terduga, aku tidak menyangka akan melihat lampu-lampu Singapur dari ketinggian di malam hari. Yah walau begitu tiket hanya untuk melihat lampu-lampu malam ini begitu mahal.
Dikarenakan waktu pun sudah hampir tengah malam, kami berniat pulang. Aku dihantar tanteku terlebih dahulu ke hotel, ingin beristirahat sebentar kemudian tante ku pulang ke hotel tempatnya menginap. Lalu aku melanjutkan diri berpose disetiap sudut kamar hotelku.
Hari selanjutnya, seminar dimulai. Kurasa perihal seminar tak perlu kuceritakan. Mungkin hanya sedikit berbagi saja. Aku bertemu orang-orang pintar dari Panasonic Group termasuk 2 orang Indonesia dari Batam. Hari pertama seminar ini ditutup dengan makan bersama di Restaurant tempat ku (tempat para peserta seminar) menginap. Bisa dibilang buffetnya cukup sedap dengan beragam variasi makanan. Sama halnya seperti kita ke Kempinsky atau Shangrila di Jakarta. Tapi kumpulan sushi nya enak sekali.
Setelah makan malam, banyak peserta ingin jalan-jalan mengelilingi Singapura. Aku entah kenapa sedang tidak berselera untuk jalan-jalan jadi hanya jalan-jalan disekitar hotel termasuk beli oleh-oleh di Mustafa yang letaknya hanya disebelah hotel tempat ku menginap. Padahal waktu malam itu pun masih panjang.
Hari kedua, hari terakhir seminar. Aku bekerjasama dengan orang-orang yang luar biasa punya posisi diperusahaannya dan benar-benar mengerti tentang manufaktur. Aku kagum dengan mereka. Saat sudah jam pulang, rata-rata dari peserta seminar pulang malam itu, berbeda dengan diriku yang pulang keesokan harinya. Aku sempat bingung kemana aku menghabiskan malam ini. Sehingga memutuskan untuk melihat Singapore Flyer. Sebenarnya ada yang menyinggung-nyinggung mengenai Sentosa Island tapi aku lebih tertarik ke Singapore Flyer. Maka itu pulang seminar, aku menuju hotel terlebih dahulu meminimalisir barang bawaanku lalu pergi lagi.
Aku menuju Suntec City Mall menggunakan taksi (padahal jika menggunakan MRT lebih murah dan sama cepatnya, sayang aku belum ngeh saat itu, aku pikir masih lebih cepat dengan taksi). Sebelum menuju Singapore Flyer, aku kelilingi mall tersebut dan makan malam sebentar. Serta melihat Singapore Fountain of Wealth yang menjadi bagian mall tersebut, yang tercatat sebagai fountain terbesar di dunia versi Guiness Book of Record tahun 1998. Disaat hujan sudah mulai reda, waktu pun sudah menunjukkan pukul 6 sore (dengan cuaca masih cerah) aku jalan kaki menuju Singapore Flyer yang letaknya dekat dengan mall tersebut.
Tiket yang dibeli cukup mahal untuk ukuran orang Indonesia 😀 tapi sudah di singapura mengapa tidak menikmatinya. Flyer ini berputar 1x dengan durasi 45 menit. Menyenangkan juga menikmati Singapur dikala malam sendirian tapi kayaknya akan lebih menyenangkan jika ada yang menemani. Kalo foto-foto susah juga :D.
Singapore Flyer aku ingin sekali melihat esplanade dari luar kemudian melihat Merlion kecil lalu menyusuri sungai dengan River Taxi. Jadilah seperti yang terjadi. Turun dari Singapore Flyer berfoto dengan fountain kecil lalu menyusuri marina Double Helix Bridge lalu kembali untuk berjalan melewati Marina Bay Floating Stadium menuju Esplanade dan kemudian sampai di Fullerton menuju Merlion Park melihat patung Merlion kecil. Barulah dari Merlion Park ini menggunakan Taxi River ke Clarke Quay. Hanya ada satu hal yang terlewatkan, aku terlambat menyaksikan fountain show di Marina Bay. Setelah aku naik Taxi River, fountain shownya mulai. Karena jarak pandang cukup jauh jadi tidak dapat melihat dan mendengarkan dengan jelas. Padahal ingin sekali!!!! Dan hal lain yang terlewatkan adalah, aku tidak menyusuri jalan di Rafles karena aku keburu membeli tiket Taxi River hingga Clarke Quay. Aku hanya bisa menikmati Raffles road dari perahu dan sudah tidak punya kekuatan untuk berjalan kaki balik ke Raffles.
Sampai Clarke Quay yang terlihat dimana-mana adalah bar. Tapi yang menarik perhatianku adalah fountain nya yang menarik dengan warna-warni cemerlang serta permainan G-Max Reverse Bungy. Kita perorang atau perkelompok ditempatkan dalam dudukan dalam lingkaran kemudian dilemparkan ke langit lalu balik lagi layaknya bungy jumping (ya mungkin kayak trampolin hanya lompatannya ini lebih tinggiiiiii!!!!). Ingin sekali menaikinya hanya sayang harganya begitu mahal dan ngeri juga liatnya ya dilempar seperti itu walaupun dalam kapsul. Mungkin kayak bermain histeria di Dufan.
Akhirnya aku kelelahan juga dan teringat aku belum beli oleh-oleh yang banyak jadinya aku berniat kembali ke hotel dan berbelanja di Mustafa. Aku  berjalan mencari MRT dan lama sekali tidak ketemu padahal menurut peta stasiun MRT nya dekat dari Clarke Quay. Peta bolak-balik kubaca dan mulai curiga aku sudah nyasar karena yang aku liat dikiri kanan adalah pertokoan walau halte bus sering kulewati (tapi aku tidak mau mengambil resiko naik bus dimalam hari saat aku tidak tau rutenya). Hingga akhirnya aku sadar aku salah baca peta!!!! Tapi untungnya MRT disana tersebar dimana-mana jadi tetap ketemu MRT juga. MRT yang kutemukan  dekat dengan gereja katolik yang menurutku megah (tapi masih megahan Cathedral di Jakarta 8D). Uniknya selama mencari dimana MRT tersebut aku menemukan Museum Filateli Singapura. Karena sudah malam jadi pastilah tidak buka. Tapi selalu jadi angan-angan, ingin sekali masuk ke Museum ini.
Dan dimulai lah pengalaman pertamaku naik MRT. Dengan udiknya aku bertanya kepada petugas di stasiun, lalu dengan lamanya aku membaca daftar harga dan tujuan untuk membeli kartu MRT padahal banyak yang antri (orang singapura berjalan sangat cepat dan melakukan apapun dengan cepat makanya kagok dan deg-degan juga takut disangka orang aneh malam-malam begitu). Walau begitu naik MRT juga aku walaupun aku salah menggunakan pintu keluar sehingga agak sedikit jauh menuju hotel. Terowongan MRT begitu banyak jadinya kebingungan deh. Singkat cerita aku belanja dulu di mustafa, kemudian ke SeVel sebelah hotel lalu kembali ke hotel. FYI harga satu botol air putih 1.5L di hotel Singapura begitu mahal (hotelku memberi charge $5 Singapur per botol), kalau beli di Seven Eleven yang lagi promo sekitar $2 (tetep aja mahal siyh untuk ukuran orang Indonesia yang memiliki air melimpah).
Sampai hotel tengah malam lewat dikit aku langsung packing dan hitung-hitung uang sisa. Tapi badan mulai merasa tak enak. Meriang menyerangku. Walau begitu aku tetap memikirkan besok pagi sebelum pulang akan kemana. Tadinya aku ingin makan pagi di hotel dulu trus jalan ke orchard road. Tapi aku berpindah haluan. Setelah bangun pagi di hari ke-3 (dan hari kepulangan), aku bergegas mandi lalu meluncur ke Sentosa Island!!!! Memang pusat-pusat wisata di sana buka diatas jam 8. Tapi pulau sentosanya sendiri sudah buka dari jam 7. Jadi kenapa tidak. Dibandingkan ke Orchard yang mallnya belum buka dipagi hari (apalagi hari itu hari kerja).
So, go to Sentosa Island menggunakan MRT, dan hanya 15 menit perjalanan. Untuk ke Sentosa pemberhentian terakhir MRT adalah HarbourFront Station lalu dari situ bisa menggunakan monorail Sentosa Express ke Sentosa yang hanya 5 menit perjalanan, atau menggunakan kereta gantung yang pagi-pagi seperti itu belum buka, atau berjalan kaki menyusuri Sentosa boardwalk. Aku memilih jalan kaki, karena boardwalknya sungguh indah dan rapih serta besar disertai travelator lowh kalo capek berjalan kaki.

Sampe pintu gerbang sentosa, aku langsung membeli tiket mengelilingi sentosa sebesar $1 (kalo naik Sentosa express bayar $3 sekalian dengan masuk sentosa Island). Ternyata baru masuk ketemu orang-orang Indonesia lagi jalan-jalan (karena sampai sentosa jam 7 pagi jadi masih sepi pengunjung). Didalam Sentosa island aku hanya bisa foto-foto di pintu masuknya saja seperti pintu masuk Universal Studio, patung Merlion, ataupun sekadar lookout di Imbiah melihat butterfly park dan melihat singapore skyline bergerak naik. Tadinya aku mau naik skyline tersebut tapi aku takut gambling, takut tidak keburu balik untuk check out dan terlambat naik pesawat. Alhasil hanya melihat. Aku pun jadi sempat menyesal, kenapa tidak ke sentosa di malam hari sebelumnya. Kalau ke Sentosa aku bisa menonton pertunjukkan Songs of The Sea. Well yeah, pada akhirnya itu menjadi bagian rencana travel selanjutnya.

auto32    auto54
Balik dari sentosa aku menggunakan Sentosa Express menuju HarbourFront (kalau jalan kaki terlalu lama dan jauh). Kalau kita menggunakan kereta ini dari Sentosa island tidak dikenakan charge apapun. Jadi hanya untuk berfoto di Sentosa Island dari harbour front dan kembali kesana hanya $1 :D.

Perjalanan pulang dimulai, aku kembali ke hotel dan check out. Sampai di airport pun hampir ngepas (flight ku jam 12.00 siang dan aku baru sampai bandara jam 11.00 kurang sedikit, untungnya masih bisa check-in) bahkan disuruh jalan cepat atau naik kereta sama petugas check-in nya karena boarding gatenya paling jauh. Walau begitu aku tetap masih keburu menukar uang. Setelah duduk dalam boarding gate aku baru sadar, aku benar-benar meriang. Tambahannya, waktu baru take off udara dalam pesawat dingin sekali karena suhu diluar pesawat sangat tinggi dikarenakan hujan. Tapi setelah ditiduri beberapa lama lalu makan hidangan yang disediakan meriangku sedikit mereda. Akhirnya tibalah aku di Jakarta dengan senyum ceria.

Photo49  

Regards,

sans-sign

6 comments on “Perjalanan Singkat di Singapura

  1. Hi there!

    I'm Joy from Sentosa's Communications department. I'm emailing with regards to this article you've written – http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/12/05/satu-dollar-di-pulau-sentosa-613981.html

    Apologies but I don't speak Bahasa so I don't know what the article is about. But we over at Sentosa would love to invite you over to the island for a media trip so that you can write more about our island! It will be a full paid trip with flight and accomodation, as well as an experience of our newest attractions.

    Could you provide me with your email address and contact so I can give you more information about this? Hope to hear from you soon!

    Regards,
    Joy Fang
    Assistant Manager, Communications
    Island Investment & Branding Division | Sentosa Leisure Group
    DID: (65) 6279-3429
    joy_fang@sentosa.com.sg

  2. Awesome blog. I enjoyed reading your articles. This is truly a great read for me. I have bookmarked it and I am looking forward to reading new articles. Keep up the good work.

  3. Usually I do not learn article on blogs, but I would like to say that this write-up very forced me to take a look at and do so! Your writing style has been surprised me. Thank you, quite nice post.

  4. I think that you could do with some pics to drive the message home a little bit, but other than that, this is great blog. A great read. I will certainly be back.

  5. […] 1. Perjalanan Singkat di Singapura ==> 22May2013 […]

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: