Kemana Kaki Ini Melangkah

Kehidupan menjadi sesuatu yang tidak bisa ditebak. Bagi sebagian orang (bahkan mungkin semua orang), selalu melalui proses berpikir dan mengambil keputusan. Proses ini terus berulang dari waktu kewaktu. Bisa setiap menit, jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan.

Dan tidak sedikit orang pun yang selalu tersandung karena proses ini. Menjadi stress karena terlalu banyak berpikir, gila karena salah mengambil keputusan, depresi karena tidak sanggup mengambil keputusan.

Tapi itulah kehidupan. Secara kata, hal ini gampang sekali dijabarkan, dibagikan, diajarkan, diceritakan tapi sungguh sulit sekali untuk dihayati dalam kehidupan nyata. Saya dan anda pasti pernah mengalaminya.

Dimulai dari penentuan sekolah ketika kita kecil (TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi). Mungkin saat kita masih TK ~ SMP, orang tua yang mengambil keputusan tempat kita menuntut ilmu, tapi itu juga proses dari berpikir dan mengambil keputusan. Menyelesaikan pendidikan tinggi, kita masih harus berpikir kapan kita akan mulai bekerja (idealisme kita terkadang masih belum terbentuk kearah dream job kita). Tapi setelah kita sudah mulai bekerja sering dari kita merasa harus mempertimbangkan apa pasion kita sebenarnya. Tak berhenti sampai disitu. Bagaimana dengan pasangan hidup, membangun keluarga kecil, dan mengembangkannya? Itu juga melalui proses berpikir yang rumit dan susah dalam pengambilan keputusannya.

Jika hal-hal diatas kita urut dan runut dan ditarik terus garis kesimpulannya, kita hanya akan semakin ambruk, down, stress, depresi, bahkan bisa menjadi gila.

TAPI, ya tetep ada tapinya, TUHAN menciptakan kita sangat sempurna. Proses berpikir dan mengambil keputusan adalah keunikan sebagai makhluk ciptaan TUHAN dibandingkan ciptaan lainnya. Jadi, sangatlah tidak mungkin kalau pencipta kita membiarkan hidup kita stress dengan proses berpikir dan pengambilan keputusan yang rumit itu.

We are equipped with brain that can “overcome” every problem. We are accompanied and given strength by GOD himself. Inilah kenyataan yang sering manusia lupakan. Akal budi diciptakan bagi kita agar dapat kita gunakan untuk berpikir dengan benar. IA pemberi akal budi tetap bersama-sama dengan kita supaya akal budi tidak disalahgunakan tapi kita merdeka, terbebas dari kepenatan pengambilan keputusan.

Jika ada pertanyaan “Kemana Kaki Ini Melangkah?” mari kita jawab dengan  “ke tempat TUHAN menuntun saya”. 8) God bless..

Regards,

sans-sign

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.