Film Crazy Rich Asians Kok Gitu? [Movie Review]

crazy rich asians

Judul: Crazy Rich Asians (2018)

Rilis: 11 September 2018 (USA – 15 Aug 18)

Genre: Comedy, Romance

Distribusi oleh: Warner Bros. Pictures

Durasi: 121 menit

Bahasa: Inggris

Rating: PG-13

Berdasarkan: Crazy Rich Asians – Kevin Kwan

Sutradara: John. M Chu

Pemeran: Constance Wu, Henry Golding, Michelle Yeoh


(Beware of spoilers!!!!)

Info Film:

Siapa disini yang sudah nonton film Crazy Rich Asians? Ayo ngacung!!!

Film ini merupakan salah satu film adaptasi buku yang saya tunggu-tunggu di tahun 2018. Saya pecinta buku fantasi garis keras, namun ketika melihat trailer film ini, saya buru-buru membaca bukunya sebelum menyaksikan film yang rilis di bulan Agustus 2018. Namun apa daya, rupanya di Indonesia, film ini baru masuk di bulan September 2018.

Saat yang di nanti-nanti akhirnya tiba. Dua hari sesudah rilis di Indonesia, saya langsung bertekad untuk menonton sepulang kerja dengan ataupun tanpa suami saya (ehehe suami saya bukan pecinta film komedi romantis soalnya). Jadilah, film ini ditonton oleh saya dan suami di tanggal 13 September 2018.

Crazy Rich Asians karya Kevin Kwan ini menceritakan tentang kehidupan mewah dan glamour para konglomerat di Singapura. Dikisahkan sepasang kekasih Rachel Chu (Constance Wu) dan Nicholas Young (Henry Golding) yang tinggal di Amerika berkunjung ke Singapura untuk menghadiri pernikahan teman baik Nick (nama panggilan Nicholas Young). Nick menjadi bestman dari teman baiknya tersebut.

Tidak disangka-sangka oleh Rachel, bahwa pacarnya yang sangat humble tersebut adalah pewaris harta konglomerat paling terpandang di Singapura. Selama menjalin hubungan di Amerika, mereka menjalani hubungan romantis layaknya pasangan pada umumnya tanpa mengetahui bahwa Nick ternyata anak orang kaya! Semua konflik bermula ketika Rachel menginjakkan kakinya di Singapura.


(Rating berdasarkan penilaian pribadi saya, berdasarkan apa yang saya suka dan saya tidak suka)*

World Building: 1 star

Sama seperti bukunya, saya berikan world building dalam film ini 1 bintang. Kenapa?? Ya karena apa yang digambarkan jelas dibuku juga tergambarkan jelas di film tersebut. Warner Bros dengan sangat apik menyuguhkan betapa kontrasnya kehidupan di pasangan ini di Amerika dengan di kehidupan keluarga Young di Singapura. Mereka dengan baik mengeksekusi betapa orang kaya tersebut bukan “orang kaya biasa” melainkan “orang kaya turunan” atau disebut “old money”.

Banyak scene yang menggambarkan dengan gamblang betapa kayanya keluarga Young. Tanpa penjelasan yang terlalu panjang lebar, sudah sangat digambarkan bahwa keluarga besar Young memang konglomerat. Beberapa contohnya adalah scene didalam pesawat dimana Rachel menikmati indahnya suguhan first class dengan piyama yang bahkan lebih halus dari baju tidurnya sendiri. Ada juga pesta lajang Araminta yang dilakukan di pulau pribadinya!! Pesta lajang Colin yang dilakukan dengan menyewa kapal pesiar juga WOW!! Tidak percaya? Yuk, segera tonton :-D.

Plot: 1 star

Berbeda dari bukunya, saya memberikan satu bintang pada bagian plot. Mengapa? Karena sesungguhnya ada beberapa bagian yang berbeda yang dikisahkan dari bukunya tapi justru dieksekusi dengan sangat syantique. Salah satu perbedaan yang paling saya sukai adalah dibagian saat Peik Lin ikut bergabung di pesta tan hua di Tyersall Park. Karena scene ini, Peik Lin akhirnya mengenal Oliver dan justru mereka yang memilihkan gaun pesta untuk Rachel saat pernikahan Colin dan Araminta.

Walau begitu ada perbedaan yang tidak saya sukai yaitu dibagian ke-private-an keluarga Young. Pada buku dikisahkan betapa keluarga Young walaupun konglomerat tapi sangat private sehingga tidak banyak yang mengetahui siapa mereka. Pada filmnya, mereka sangat terpublish di dunia luar. Well, sebenarnya memang kelihatan lebih realistis di filmnya siyh. Nggak mungkin keluarga paling terpandang sampai ke London, sangat privat di Singapura. Tapi tetap saja, keprivatean keluarga Young itulah yang menjadi daya jual mereka bahwa mereka memang old money dan berpengaruh hingga bahkan dikelas “Negara”.

Walau ada perbedaan yang saya tidak sukai, tetap saya berikan plot 1 bintang. Untuk perbedaan-perbedaan lain yang saya tangkap terangkum dalam video yang saya buat dibawah ini.

Character: 0.5 star

Sama dengan buku, saya memberikan rating yang sama pada bagian karakter. Tapi alasannya berbeda. Banyak karakter yang dibuat berbeda dan ada karakter yang menurut saya cukup penting tapi hilang. Salah satunya hilangnya karakter Fransesca Shaw pada saat pesta lajang Araminta. Di buku justru ia yang sangat menjatuhkan Rachel namun di film ia tidak ada. Digantikan Amanda Ling yang merupakan mantan Nick yang sangat menjatuhkannya.

Padahal didalam bukunya dikisahkan Amanda Ling justru tidak begitu peduli. Perbedaan lainnya lihat video diatas ya. Yang membuat saya tetap memberikan setengah bintang adalah karakter Nick. Henry Golding sangat PAS memerankan seorang pria Asia kaya raya nan romantis namun down to earth. He is such a prince in disguise, lovable.

Scene: 1 star

Terkadang sebuah novel yang bergenre komedi romantis akan memiliki eksekusi scene yang biasa saja menurut saya. Tidak seperti film fantasy atau action yang memang banyak ornament menarik disana-sini. Tapi tidak dengan film yang satu ini. Film ini sangat ramai ornamen. Saya tidak membicarakan tas, perhiasan, ataupun barang mewah lainnya.

Namun penggambaran setiap scene tanpa barang-barang mewah itu sendiri pun sudah mewah. Yang paling saya ingat dan berkesan adalah scene pernikahan Colin dan Araminta yang kecil tapi WAHHHHHHH. Beberapa dari yang sudah nonton pasti setuju dengan saya. Mau lihat? Ya tonton saja filmnya. 😀

Others: 0.5 star

Mengubah buku ratusan halaman dengan font kecil-kecil menjadi film hanya berdurasi dua jam sangatlah tidaklah mudah. Apalagi sudah tertulis bahwa ini cerita adaptasi pastilah memiliki perbedaan. Namun banyak perbedaan dalam film ini cukup membuat saya agak gimana gitu saat menonton filmnya.

Well, tapi tidak menyurutkan kecintaan saya akan film ini. Bagi yang tidak suka baca buku, film ini sangat entertaining dan wajib ditonton. Yang suka baca buku apalagi sudah baca buku ini, FILM CRAZY RICH ASIANS WAJIB DITONTON!!


“It was never my job to make you feel like a man. I can’t make you something you’re not.”

“I’m so Chinese. I’m an econ professor that’s lactose intolerant.”

“I’m not leaving because I’m scared, or because I think I’m not enough – because maybe for the first time in my life, I know I am.”


(4/5)
(Rotten Tomatoes: 93% Tomatometer – 83% Audience Score – per September 19th 2018)

Film ini pasti akan kutonton berulang-ulang apalagi ngeliat wajah Henry

Sangat menunggu sekuelnya!!!! (Eh baca bukunya dulu deng belum kelar :D)


Untuk merayakan kesenangan saya terhadap film ini (jiahh lebayyyy), saya membuat giveaway untuk semua netizen. Syarat dan ketentuan ada di postingan giveaway Instagram SanWa Library dan SanWa Journeys. Gampangnya klik saja gambar dibawah ini. Jangan lupa ikutan ya. Ada hadiah menarik menantimu lowh.

Bagaimana menurutmu yang sudah nonton? Menarikkah film ini?

Regards,


Previous post: Asuransikan Mobilmu

Source of movie poster: IMDB
NB: *Kriteria rating: untuk setiap kategori yang saya suka akan saya berikan satu bintang. Jika tidak suka, tidak ada bintang. Jika setengah-setengah, akan memberikan setengah bintang. Total ratingnya adalah penjumlahan bintang dari masing-masing kategori tersebut.

FOLLOW ME FOR THE LATEST UPDATE

Lifestyle Instagram | Bookstagram | Youtube | Twitter | Facebook

Don’t forget to subscribe / follow our blog to get updates on your email about our new post

51 thoughts on “Film Crazy Rich Asians Kok Gitu? [Movie Review]

  1. Hmm… sepertinya saya akan menerma tawaran teman-teman untuk menonton film ini.
    awalnya ngga tertarik, tapi jadi tertarik nton, bukunya juga baru lepas segel nih belum sempat baca ><

  2. Makasih banget reviewnya. Aku jadi makin penasaran doong . Quotes bagus2 dan ceritanya menarik ya. Langsung cusss cari buku sama filmnya deh. Enakan baca bukunya dl apa nonton filmnya dulu sih…

  3. Film ini emang film adaptasi novel terbaik , tidak mengecewakan kak Awalnya sempet khawatir atas kekayaan Keluarga young eh tapo di film ternyata emng sesuai apa yang di bayngkan

  4. Nice review, Kak. Setiap bagiannya diberi bintang jadi saya bisa meraba-raba bagian mana yang kurang maupun yang tergarap maksimal, baik di buku maupun filmnya. Setelah baca review ini, saya jadi makin penasaran sama buku dan filmnya. Tapi mungkin bisanya baca bukunya saja, karena filmnya entah kenapa nggak ditayangin di bioskop daerah tempat saya tinggal. Padahal sudah excited nonton filmnya dulu.

  5. Haloo…
    Belum pernah baca atau nonton Crazy Rich Asians, tapi cukup penasaran setelah hastag Crazy Rich Surabayan jadi trending topic xD ternyata kakak bahas ini ya… Banyak yang bilang novelnya keren banget, meski belum tergelitik buat nyari tau. Tapi baca review ini jadi pengen baca juga. Belum pernah baca yg tokohnya orang Singapure sih hehe

  6. Aku suka dengan cara kakak mereview beda dari yang lain, setiap detail di perhatikan. Wah jadi penasaran dengan filmnya. Apalagi dengan si Henry

  7. Aku belum baca bukunya dan dulu tidak tertarik meski sudah ramai di Instagram. Tapi setelah mendengar bahwa filmnya rilis, aku pun mulai penasaran meski belum juga tergerak untuk beli bukunya. Aku memang menghindari filmnya karena rasanya kurang pas kalau nonton film tapi belum baca bukunya. Setelah baca review film dari kakak, kok aku tergoda untuk menonton ya? Ada saran ga kak, langsung lihat filmnya atau baca bukunya dulu?

  8. terimakasih buat info yang dan penjelasan yang diberikan kak. Penjelasan ini sangat bermanfaat untuk pembaca dan penonton film tersebut apabila kami menemukan perbedaan di antara kedua versi tersebut. Sehingga kami tidak lagi bingung.

  9. keren nih kak review film nya!❤ sempet kaget juga karena kk ngasih rating di setiap detail nya, dan kini aku ngerti setiap alur dan scene yg kk kasih bintang. kebetulan juga aku belum prnh nonton film ini sih. Dan ngeliat review kk aku jd penasaran

  10. akuuu penasaran banget bangeeeeet! biasanya menonton film yg diadaptasi dr bukunya bikin aku suka males nonton versi film. tp yg ini akuu penasaran dua2nya, kak hehe.

  11. Ahhh aku belum sempet pergi nonton .. spoiler dikit dong ka .. salah satu yang aku suka dari Buku walaupun karakter utama nick dan Rachel, tapi penceritaan nya rata Dari sudut pandang ga cuma karakter utama. Kaya orang tua Nick, Astrid, suami Astrid. Di film seimbang juga ga ?

    1. Kalo di film tetap porsinya besar di Nick dan Rachel siyh, mau lihatin tentang hubungan mereka akan pergi kemana. Kalopun ada ortu Nick which was hanya ibunya saja, tetap saja nyangkut ke Rachel. Paling yang sedikit lebih diangkat tentang Astridnya. Cuman ya itu ada perbedaan yang menurutku agak gimana gitu tentang si Astrid dan suaminya.

  12. Sama aku juga nyaman banget nonton filmnya apalagi waktu scene Peik Lin yg ikut pesta di Tyersall Park itu lucu banget. MeskipMe ada bebebebe perbedaan sama bukunya, tapi nggak jadi masalmas. Overall aku juga suka sekali sama filmnya.

  13. Aku belum baca bukunya dan masih belum nonton filmnya juga wkwk malah ngubek youtube nontonin interview cast-nya. Mereka lucu

  14. Mungkin biar castnya gak kebanyakan ya kak, jadi peran Fransesca dialihkan ke Amanda . Jadi pengen banget baca novelnya .
    Setuju soal kesan mewah tanpa kehadiran barang-barang mewahnya.

  15. Menonton video Kakak di Youtube, saya masih biasa aja. Namun setelah membaca review filmnya di blog, saya kok penasaran ya. Paling nggak, semoga bisa nonton atau baca bukunya. Salah satunya aja gapapa. Tapi… buku bersekuel ini bikin mikir-mikir mau beli, karena banyak wishlist yang lebih urgent. Kalau baca satu aja novelnya, bakalan nggantung banget nggak, Kak?

    1. Aku pun belum kelar baca sampai buku ketiga. Tapi kalopun baca satu ga bakal gantung karena setauku di buku kedua masuk babak baru kisah Rachel dan menceritakan tentang keluarga yang lain. Untuk buku 1 pas untuk nonton film ini.

      1. Wah, perlu langganan Gramedia Digital nih biar hemat. Kalau cocok sama saya, baru berburu buku fisiknya. Makasih udah ngasih tahu kalau nggak bakalan nggantung, Kak. Ini jadi motivasi buat mulai baca bukunya.

  16. Aku juga suka, udah baca semua sequel bukunya, tapi yang mengganjal buat aku sihhh tetep yaaa, di era digital sekarang ini masa Rachel ga kepikiran sih buat googling siapa itu Nicky Young 😀

    1. Aku belum baca bukunya ataupun nonton filmnya… Tapi aku ‘tergelitik’ (eh) sama komentar kakak. Kalo ada gap perkembangan teknologi gitu kok ya nggak di masuk akalin ya sama pembuat filmnya? Misalnya si Rachel ini nggak into sosmed kek di gambarannya…
      Eh, bentar deh, di filmnya di singgung soal latar tahun nggak kak? Dari model baju atau apa gitu?
      (Hueeeeee…. Aku sebel sendiri nggak bisa diskusi gegara belum nonton sama belum baca bukunya gini )

      1. Nah iya ya difilmnya aku ga ngeh ada tulisan tahunnya apa ga nya sanking yang kepikiran sama ku bukunya ahahaha. Kalo di bukunya ada tulisan tahunnya. Dan si pengarangnya itu mulai nulis cerita ini di tahun 2009 walau baru rilis tahun 2013.
        Di filmnya ga terlalu menunjukkan ke glamoran merk atau trend fashionnya juga. Cuman menunjukkan bahwa mereka memang kalangan kelas atas.
        Ehehe yukk ditonton

      2. kalo di buku sih settingnya emang lebih lama, internet udah ada tapi gak secanggih sekarang. tapi kalo di film settingnya lebih modern, soalnya Rachel pake iphone yg lumayan baru 😀 *jadi spoiler nih*

        buruan nonton trus cicil baca bukunya

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.