Ini merupakan lanjutan kisah perjalanan saya menyusuri Jogja dan Dieng, lebih tepatnya masih serangkaian perjalanan saat Cave Tubing di Goa Pindul. Jadi hari itu kami langsung membeli dua tiket yang pertama untuk Cave Tubing dan yang kedua River Tubing. Mohon jangan tanya saya berapa HTM nya karena sesungguhnya saya sudah lupa :D. Mungkin bisa di cari di mbah google saja.

Sesudah acara Cave Tubing dan foto-foto selesai, dengan kostum yang sama saat Cave Tubing, kami diajak pemandu ke base camp untuk menaiki mobil menuju pinggiran Kali Oyo. Awalnya saya berpikir bahwa kami akan benar-benar naik mobil seperti angkutan umum. Namun rupanya itu adalah sebentuk mobil bak terbuka. Jadi tidak hanya kelompok kami saja (yang berisi 4 orang) namun kami bercampur dengan kelompok lainnya didalam mobil itu dengan penuh sesak. Saya sampai terhimpit di pojokan. Perjalanan menaiki mobil bak terbuka itu cukup mendebarkan buat saya. Saya sudah seperti diajak offroad. Jalanan yang berbatu dan becek membuat mobil bak terombang-ambing kanan dan kiri. Belum harus menghindari ranting-ranting panjang yang melintang.

river tubing 1Akhirnya sampailah kami di pinggiran Kali Oyo namun pemandangan yang ada didepan saya tidak sesuai ekspektasi saya. Awalnya dalam perjalanan saya mulai deg-degan karena akan menghadapi arus kali yang cepat namun nyatanya, setelah melihat langsung, arusnya pelan ditambah kalinya pun sama-sama berwarna cokelat, sodara-sodara!!! Dipinggir Kali Oyo kami di briefing lagi oleh pemandu. Berhubung kalinya cokelat, kedalamannya pun tidak bisa kita prediksi, ditambah lagi banyak sekali bebatuan jadi kita harus selalu ada diatas ban dan saling berpegangan antara ban satu dengan yang lainnya. Itulah yang kami lakukan segera setelah kami masuk kedalam air. Dan yak, sesegera itu juga badan saya gatal-gatal. Sepanjang menyusuri Kali Oyo saya tak berhenti menggaruk badan saya. Kalau kaki saya keluarkan dari air ampun panasnya kena paparan matahari, tapi kalau saya masukan dalam air yang ada saya gatal-gatal tiada henti. Saya menyesal kenapa tidak menggunakan legging panjang saja. Disinilah saya kecewa dengan aktifitas tersebut. Ditambah lagi arus yang tidak terlalu deras dan pemandangan yang tidak terlalu menarik untuk dilihat membuat saya terkantuk-kantuk.

Ditengah-tengah perjalanan Kali Oyo, yang juga merupakan bagian dari River Tubing kita mengikuti kerumunan untuk turun di pinggiran sebuah air terjun. Nah disitulah saya merasakan segar sekali. Saya bisa membasuh tubuh saya yang gatal-gatal cuman airnya duingiiiiiinnnn jadinya yang dibasuh cuman dari kaki kebawah, hwehehehe. Disebelah air terjun ini juga ada tebing yang dipakai untuk main loncat-loncatan… ahahaha. Ya iya karena disini justru adrenalin kita terpacu, berani atau tidak untuk terjun dari tebing setinggi 5m. Selama jantung kita sehat dan tidak merasa sakit kita diizinkan loncat disitu. Namun saya tidak berani, jadi saya melewatinya termasuk rombongan saya yang lainnya.

Setelah asyik membasuh badan dari air terjun kami pun melanjutkan perjalanan River Tubing sampai selesai dan kembali ke base camp dengan menggunakan mobil bak yang nunggunya ampun deh lama banget. Durasi yang ditempuh dari awal masuk Kali Oyo hingga keluar lagi itu lumayan lama dan enak banget buat bobo siang. Kurang lebih ada loh 1 jam. Oh ya, kalau di Kali Oyo ini tidak terlihat ramai seramai saat di Goa Pindul berhubung lebar kalinya cukup besar dan panjang. Hanya pada saat mau start pertama saja kita harus tunggu giliran dan pada saat bermain air terjun.

river tubing 2

river tubing 4

  river tubing 3

river tubing 5

Intinya siyh main-main di River Tubing ini tidak begitu berkesan buat saya, cuman foto-fotonya saja yang saya senangi. Eh tapi saat sedang menunggu mobil bak untuk kembali ke base camp, mata saya sedikit disegarkan dengan hamparan sawah hijau yang tidak terlalu luas. Terlihat sangat teduh sekali.

river tubing 6

Kalau kamu sudah pernahkah bermain River Tubing ini? Yang sudah yuk di share 🙂

Regards,

sans-sign

river tubing 1