Ketika Ibu Hamil Sakit

Pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami yang namanya sakit, apapun itu dimulai dari sakit gigi sampai dengan sakit hati, Nggak pria, nggak wanita, nggak ibu hamil, nggak anak-anak, nggak orang-tua pasti mengalami yang namanya sakit.

Seminggu yang lalu saya absen ngeblog sesungguhnya karena saya sedang sakit. Dua hari saya tidak masuk kerja demi mengistirahatkan badan yang terasa kurang enak. Apalagi sedang hamil seperti ini tentunya bawaan saya jadi sensitif. Merasa badan meriang sedikit langsung istirahat karena takut terjadi apa-apa dengan si dedek bayi. (Sebenarnya siyh ketika nggak masuk kerja justru harusnya saya bisa pakai buat blogging. Berhubung banyak perlengkapan bayi yang belum saya beli. Jadilah saya hunting barang-barang tersebut selama saya tidak bekerja. Okey, ini hanya pernyataan pelengkap saja :D)

Anehnya saya merasa meriang tersebut saat terbangun pagi-pagi. Badan langsung nggak enak, sedikit sakit kepala terus batuk-batuk padahal segala jenis makanan lancar masuknya. Saya lumayan cukup waswas tapi mungkin ini karena saya terlalu capek bekerja. Hari pertama nggak masuk kerja sampai jam 9 pagi saya habiskan dengan tidur lalu makan lalu tidur lagi (menantu macam apa ini!!) dan minum air putih yang banyak. Saya hampir menyerah dengan ingin minum panadol karena sakit kepalanya sangat mengganggu. Namun saya tahan-tahan diri. Saat jam makan siang badan mulai terasa segar dan saya menghabiskan sisa hari dengan ceria. Eh, besokan paginya nggak enak badan lagi. Saya bingung. Ini karena saya memang malas bekerja atau apakah? Cuman memang mulai minggu lalu itu saya sudah mulai lebih susah tidur dimalam hari. Padahal sebelum tidur saya makan macam-macam biar ngantuk terlelap tapi tetap saja karena badan pegal-pegal alhasil tidur tidak lancar.

Di hari kedua nggak masuk kerja entah kenapa saya merasa kalau tidur saja badan malah tambah pegal-pegal. Saya memutuskan untuk mencari keringat dengan mengosongkan beberapa lemari untuk barang-barang si dedek bayi nantinya. Ehhh ternyata menjelang makan siang badan mulai enakan lagi. Saya jadi berpikir mungkin saya itu sakit bukan karena kerja fisik tapi karena kerja pikiran yang berlebihan. Hari itu sampai malam saya akhirnya tidak tidur hanya selonjoran saja kalau badan sudah mulai terasa pegal.

Lucunya keesokan harinya, pagi-pagi bangun tidur badan kembali nggak enak. Tapi saya tetap paksa ke kantor karena banyak pekerjaan yang harus segera saya selesaikan apalagi mendekati jadwal cuti seperti ini. Di kantor pun saya merasa pusing terus sehingga saya berulang kali masuk pantry untuk lebih banyak lagi minum air putih dan nyemil segala jenis cemilan yang saya bawa supaya nggak pusing. Ditambah lagi saya sedikit waswas karena perasaan saya gerakan si dedek bayi hari itu nggak seaktif biasanya. Nah, disini saya dimarahin teman saya. Ia mengatakan bahwa saya sakit karena ulah saya sendiri yang kecapekan dengan berbagai pikiran yang aneh-aneh. Okelah akhirnya sisa hari itu saya isi dengan pikiran positif dan pulang lebih awal.

senam hamil
IG: @sandrinetungka

Hari sabtunya adalah hari saya kontrol kehamilan. Badan saya sudah vit, sehingga pagi-pagi saya tetap menyempatkan waktu untuk ikut senam hamil. Walau lelah, saya merasa jauh lebih rileks. Sore nya baru masuk keruangan dokter untuk kontrol. Disitu saya sempat mengutarakan bahwa saya habis meriang (dengan nada-nada kalau bisa dikasih obat aja gitu). Obgyn saya bertanya apakah saya mengukur suhu badan saya ketika saya merasa meriang tersebut. Tentunya jawaban saya tidak. Baru deh saya di ceramahi panjang lebar bahwa tidak selalu yang namanya meriang berarti suhu tubuh naik drastis. Menurutnya mungkin saja saya hanya kecapekan. Artinya pekerjaan fisik ataupun kondisi mental tidak seimbang dengan asupan makanan yang masuk dan istirahat yang cukup. Apalagi cuaca memang lagi tidak menentu. Bisa saja saya merasa meriang karena suhu lingkungan yang memang sedang hangat dan mempengaruhi badan saya. Obgyn saya pun berkata, saya tidak butuh obat tambahan. Tidak semua penyakit selesai dengan obat. Apalagi ibu hamil. Seminimal mungkin masuk asupan-asupan yang diluar hal-hal alamiah. Penyembuhan yang terbaik adalah tetap dari hal-hal yang alamiah bukan dari proses kimiawi.

Mendengar ceramah obgyn yang panjang ini membuat saya makin tenang. Mungkin memang saya sakit karena saya capek secara “mental”. Terlalu banyak yang saya pikirkan menjelang persalinan sehingga itu menyerang tubuh saya sendiri. Bersyukur sekali bahwa itu tidak mempengaruhi bayi saya. Buktinya saat di USG minggu lalu, bayi saya lagi nguap kayak orang kekenyangan hahahahaha (kata mamas, mirip sama emaknya kalau kenyang nguap-nguap ngantuk :D).

Saya pun bersyukur dimasa-masa kehamilan ini saya justru dimudahkan dari segi kesehatan tubuh. Ada beberapa teman disekeliling saya yang juga sedang mengandung sering bolak-balik dokter karena berbagai keluhan kesehatan yang cukup berat sehingga perlu dikasih obat dan penguat berbagai jenis. Rumah sakit pun penuhnyaaaaa ampun-ampunan bahkan kalau bisa dibilang hampir persis seperti pasar crowdednya. Saya beruntung dan bersyukur, saya kerumah sakit atau dokter hanya untuk keperluan kontrol kehamilan bulanan dan resep yang diberikan pun hanya vitamin kehamilan satu jenis (walau itu harganya nggak murah juga ya bokkk).

Melalui curahan random saya ini saya cuman ingin memberitahukan bahwa setiap kita pasti pernah merasa sakit terutama di tengah pergantian cuaca seperti ini. Tapi apapun itu, mencegah untuk tidak menjadi sakit jauh lebih baik dari pada mengobati. Apalagi untuk ibu hamil. Menjaga kesehatan dengan asupan makanan yang bergizi, olahraga teratur, dengan istirahat dan kerja pikiran yang seimbang itu sangat perlu. Alhasil pulang dari dokter, karena saya juga sudah mendekati masa-masa lahiran, saya jadi semangat untuk menggerakan badan lebih lagi dan memasukkan sebanyak-banyaknya energi / pikiran positif. SEMANGAT SEHAT!!!

Regards,

sans-sign

senam hamil

24 thoughts on “Ketika Ibu Hamil Sakit

  1. Waah udah mau deket lahiran? Toss dulu mbak hehehehe memang bumil kudu banyak istirahat yah, kita juga gak bisa sembarang minum obat 😀
    Sehat selalu mbak ^^ Salam kenal

  2. Semangat mbak San… Paling susah kalau hamil dan menyusui tetiba sakit… ndak boleh minum obat… jadi kita harus jaga pola makan dan istirahat aja jadinya. Btw semoga lancar proses bersalin dan program asinya ya mbak…

  3. Benar san, saat istimewa itu harus diisi dengan pikiran yang positve dan istirahat yang banyak. Apalagi sudah masuk ke masa-masa kelahiran. Sehat terus yach dan semoga semuanya lancar-lancar.

  4. Jangan banyak pikiranya Mba Sandrine,
    Sehat selalu unuk mba dan kandungannya.

    Setuju, banyakin energi positif dan semangat sehat! 🙂

  5. Semangat sehat San! Memang ya kalo ibu hamil sebisa mungkin ga minum obat. Itu salah satu yang bikin seorang ibu begitu istimewa. Sehat terus ya Saaan.. 🙂

  6. Sehat-sehat terus ya Mbak :)). Pikiran memang sumber dari segalanya ya, pikiran susah, stres, dan negatif adalah pemicu sakit yang paling jos kalau kata orang, tapi pikiran positif dan tawa adalah obat yang paling manjur. Jadi mari berpikir positif… :)).

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.