Jelajah Dunia Buku

Dalam satu minggu belakangan ini saya sedang menikmati sebuah buku seri The Land of Stories yang ke-empat dengan judul Beyond The Kingdoms. Buku ini adalah karangan seorang pemain tv series barat “Glee” yang bernama Chris Colfer (if you are a glee fan like me you should know who he is and yup, he is a writer). Secara singkat seluruh kisah Land of Stories adalah kisah tentang sepasang anak kembar yang setengahnya merupakan keturunan peri dari dunia dongeng. Di dalam buku ini menceritakan bahwa dunia dongeng itu nyata dan kisah-kisah seperti Cinderella, Snow White, Sleeping Beauty, dan kisah dongeng lainnya memang terjadi di dunia lain dan dibawa ke dunia manusia oleh para peri sehingga dijadikan cerita-cerita best seller oleh pengarang terkenal seperti Grimm bersaudara, Hans Chrisitian Andersen, dan lain sebagainya.

The Land of StoriesSaya tidak ingin berpanjang lebar tentang keseluruhan kisahnya, namun saya ingin menyoroti salah satu kisahnya dibuku yang ke-empat. Dikisahkan bahwa di buku ini sepasang anak kembar tersebut sedang ingin menyelamatkan pamannya yang selalu menggunakan topeng (atau disebut masked man) yang terobsesi untuk menguasai negeri dongeng dan juga negeri manusia dengan mengumpulkan sekelompok pasukan yang terjahat dari semua yang jahat. Namun pasukan ini bukan diambil dari negeri dongeng ataupun manusia. Pasukan ini ingin diambilnya dari para tokoh jahat yang dibacanya dari buku-buku cerita yang diterbitkan di dunia manusia. Sebut saja The Wicked Witch dalam cerita The Wizard of Oz, atau Frankenstein si monster, dan lain sebagainya. Paman ini percaya jika dengan berkumpulnya para tokoh jahat ini akan membuatnya berkuasa di dua dunia tersebut. Dan untuk mencapai tujuannya ia harus masuk kedalam setiap buku dengan meneteskan ramuan ajaib yang akan membentuk buku yang dibacanya menjadi sebuah portal untuk masuk ke dunia buku tersebut yang hidup.

Dipertengahan cerita paman ini berhasil memasuki dunia buku dari Wizard of Oz. Sepasang anak kembar yang ingin menyelamatkan pamannya ini pun ikut masuk kedalamnya demi mengembalikan pamannya ke jalannya yang benar. Sepasang anak kembar ini kemudian menjalani hari-hari hampir sama seperti yang dilalui oleh Dorothy si pemeran utama buku Wizard of Oz.

Walau saya belum selesai membacanya, namun saya jadi bertanya-tanya juga, apa rasanya kalau kita bisa masuk dan melihat langsung bahkan merasakan langsung kisah-kisah yang kita baca dalam buku yang kita gemari?

Sebagai seorang book addict sejak masih kecil, saya sangat menggemari kisah-kisah yang berbau dongeng atau science fiction. Kisah-kisah yang jarang atau bahkan tidak bisa ditemui di dunia nyata. Sehingga ketika membacanya saya menempatkan diri sebagai sang pemeran utama wanita dan membentuk perspektif sendiri akan buku yang saya baca. Untuk zaman sekarang ini memang telah banyak film yang diadaptasi dari buku-buku best seller sehingga pembaca akan dengan lebih mudah melihat proyeksi dari buku yang kita baca. Namun bagi saya pribadi kebanyakan film yang diadaptasi dari buku tersebut tidak bisa memuaskan khayalan proyeksi buku ciptaan saya sendiri.

Jikalau ramuan itu memang benar ada (namun saya tidak mengharapkannya karena itu pasti akan spooky berat – let the world be like it is), saya ingin melihat dan menyaksikan kisah dari buku serial The Land of Stories 1 ~ 4. Mengapa? Karena semua karakter dongeng yang saya kenal dari kanak-kanak hingga dewasa seperti ini ada didalamnya. Apalagi ada dunia peri yang identik dengan wanita dan pria berkilauan diliputi beraneka ragam warna yang dapat terbang kesana kemari dan melakukan magic. Pasti rasanya wow!!! Ditambah lagi kalau bisa berfoto bersama πŸ˜€ (narsisnya tetap dibawa). Tapi saya tidak ingin mengalami kisah-kisah adventurous yang ada didalamnya :D. Saya jadi teringat ketika mimpi saya untuk mengunjungi Disneyland terkabulkan (baca kisahnya disini). Saat itu hasrat saya ingin berfoto dengan semua tokoh kartun Disney dan para wanita dari negeri dongeng tersebut namun saya terlalu malu bersaing dengan anak-anak kecil saat ingin berfoto dengan Cinderella dan Belle (tokoh Beauty and the Beast). Jadilah saya hanya berhasil berfoto dengan karakter yang tidak berwujud manusia yaitu Goofy dan Pluto.

Bagaimana dengan kamu, jika ramuan itu ada, buku apa yang ingin kamu jelajahi?

Regards,

sans-sign

IMG_0609

11 thoughts on “Jelajah Dunia Buku

  1. Saya malah kepengen membuat bukunya Mbak :haha, kan jadinya kita seperti Tuhan, membuat sebuah dunia, siapa tahu ada yang berkenan masuk pada dunia yang saya buat dan suka dengan dunia itu :haha. Cuma, kalau saya bisa masuk ke dunia dalam sebuah buku, saya memilih untuk tetap di dunia ini sih… masalah dan kebahagiaannya juga sudah sangat cukup, kayaknya saya kurang ingin masuk ke buku hanya buat menambah masalah :hehe :peace.

    1. Jadinya pengen jelajah sesuai imaji sendiri ya mas.. good choice πŸ™‚
      Tapi bener siyh,, masuk ke dalam buku pasti harus ngelewatin klimaks-nya, iya kalo tahan, kalo nggak πŸ˜€
      Di dunia ini aja dah cukup banyak masalah ya… hehehehe

  2. Buku bukunya Enid Blyton sama Astrid Lindgren. Hahaha penasaran pengen ketemu Madicken, Lisbeth, Pippi, Ronya dkk. Pengen ngerasain juga hidup di Malory Tower hahaha πŸ™‚

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.