Setiap orang yang baru menikah, mayoritas, pasti mendambakan seorang keturunan sesegera mungkin. Namun tidak dengan saya. Sesungguhnya saya pribadi ingin hamil sesudah 6 bulan pernikahan karena saya ingin menikmati kebersamaan bersama suami sedikit lebih lama sesudah menikah. Kelihatannya egois ya?? πŸ˜€

Kenyataannya keinginan saya ini dikabulkan Yang Maha Kuasa. Saya diizinkan-Nya untuk mengandung sesudah memasuki bulan ke 8 umur pernikahan saya. Namun sepanjang 8 bulan tersebut ada saja perasaan waswas dari diri saya, takut tidak bisa mengandung padahal selama 8 bulan tersebut saya tidak menggunakan pengaman sama sekali. Ditambah lagi teman- teman yang menikah tidak jauh dari bulan pernikahan saya justru hamil lebih dulu. Saat itu keinginan saya beubah jadi kegalauan. Tapi waktu Tuhan tidak ada yang tahu.

Saya sadar memang baru sekarang lah waktu yang tepat karena selama 8 bulan sebelumnya saya bisa menikmati kebersamaan dengan suami lebih lama. Ditambah lagi ada satu berkat tambahan yang mempersiapkan kelahiran calon dedek bayi ini. Suami saya dipindah tugaskan dengan kondisi pemasukan yang jauh lebih baik. Disitu saya sangat bersyukur sekali. Paradigma saya berubah bahwa memiliki keturunan adalah 100% kuasa Yang Diatas. Saatnya yang tepat akan datang dari-Nya dicukupkan dengan persiapan-persiapan yang menunjang untuk Yang Maha Kuasa dapat menitipkan dan mempercayakan anugerah-Nya yang tak terkira itu.

Menurut perhitungan, kandungan saya ini mulai terbentuk sejak April 2015 dan hasil perhitungan dokter saat ini, saya memasuki usia kandungan 32 minggu. Selama hamil ini ada beberapa perubahan yang terjadi dalam diri saya. Ada yang signifikan ada yang tidak. Bahasa ilmiah-nya perubahan itu dipengaruhi hormon dalam tubuh saya. Namun saya selalu menganggap ini adalah anugerah tambahan.

Evolusi
Numpang narsis yang gede ya πŸ˜€

Perubahan yang pertama, pola makan saya berubah. Hehehe, ini pastilah ya setiap ibu hamil biasanya berubah pola makan, ada yang berubah makin tidak senang makan, ada yang malah makin nafsu. Saya ada di nomor 2. Bukan hanya makin nafsu tapi makin senang sama yang namanya COKELAT. Sebelum mengandung, kadar makan cokelat saya hanya sesekali saja. Saya lebih menyenangi keju atau yang gurih-gurih (cenderung asin banget malahan). Saya tidak menolak di beri cokelat tapi pilihan utama saya pasti jatuhnya ke keju lagi keju lagi. Namun saat mengandung ini ampun deh setiap hari harus makan cokelat walau sedikit. Dikit-dikit ke supermarket beli cokelat. Abis makan nasi maunya makan kue cokelat. Ini membuat saya langsung naik drastis 10kg dalam dua bulan dengan pipi chubby. Tapiiiiiiii saya senang!!!! Akhirnya saya tidak terlihat kurus kerontang. Setiap orang bilang pipi saya tembem dan segar dilihat. Apalagi suami saya yang dulu suka komplain karena saya kurus malah terus memanggil saya ‘ndut’ :D. Saya berharap ‘chubby’ yang saya dapatkan selama hamil ini akan terus bertahan hingga pasca kehamilan (karena yang saya dengar justru pasca melahirkan pola makan perlu diperketat demi kelancaran ASI).

Picture2Perubahan yang kedua, saya semakin kreatif. Bukan berarti saya kreatif sebelumnya. Namun entah kenapa semenjak memasuki trimester kedua saya keranjingan beberapa tips DIY. Awal mulanya dikarenakan saya butuh planner yang tipis. Kalau beli kebanyakan tebal-tebal dan berat dibawa. Sehingga saya memutuskan untuk membuat sendiri dan yup jadilah saya membeli berbagai peralatan crafting yang mendukung kreatifitas saya untuk membuat planner yang sesuai keinginan saya. Namun hasilnya tetap saja tak terpakai :D. Akhirnya saya memanfaatkan yang sudah saya punya dengan print sana-sini. Eh tapi, sedikit bocoran saya lagi mencoba-coba bikin isi planner sendiri, hehehehe. Dulu saya anti banget yang namanya bikin-bikin kayak begini. Bukan bagaimana-bagaimana, tapi saya ogah repot. Namun adanya dedek dalam kandungan kok malah maunya repot. Bisa jadi nanti dedek udah keluar dari kandungan balik lagi jadi ibu-ibu yang ogah repot siyh kayaknya. Hehehe…

Perubahan yang ketiga, S-E-N-S-I-T-I-F. Yuppp, sama saja seperti wanita yang sedang kedatangan tamu dan kebanyakan para ibu-ibu hamil diluar sana, semakin hari saya semakin sensian. Apalagi sama bos sendiri *uuppss. Untungnya tidak sampai temperamental tinggi namun gampang kesel kalau yang saya inginkan tidak kesampean. Kalau yang ini saya tidak berharap ada lama-lama. Saya yakin sehabis melahirkan juga sudah tidak. Iya tidak se-sensitif sekarang tapi lebih sensitif lagi,, wkwkwkwkw (mudah-mudahan tidak).

Perubahan yang keempat, lebih rajin membaca. Selama kehamilan saya bisa menghabiskan target membaca 20 buku sebelum Desember ini bahkan sudah melampaui target. Masa-masa mengandung membuat saya tidak berhenti menatap segala jenis tulisan dan berimajinasi dengan cerita. Sudah ada 20 buku yang sudah selesai saya baca sejak bulan April 2015 itu. Semua buku yang telah saya baca bergenre fiksi YA ataupun travelog. Sekarang pun ada satu buku YA yang sedang saya baca dan ditargetkan untuk selesai minggu ini. Tapi ada buku yang belum kesampaian saya baca, yaitu buku-buku tentang parenting.  Target saya minggu depan sudah harus mulai membeli dan melahap buku parenting… Yossshhh semangat.

Kurang lebih ada empat perubahan signifikan yang saya rasakan selama saya hamil. Kalau para bumil diluar sana mungkin bisa share apa saja perubahan signifikan saat kehamilan?

Regards,

sans-sign

Picture1