Kembalinya SanWa ke dunia blog atau blogging ini membuat SanWa kembali mencari-cari inspirasi seperti apa blogging yang baik. Menurut saya blogging yang benar tidak ada karena masing-masing blogger memiliki gayanya sendiri-sendiri. Namun tetap ada koridor yang harus diikuti, arahan yang harus dipatuhi, agar kegiatan ini tidak malah menjadi serangan bagi orang lain atau boomerang bagi diri sendiri. Tentunya kita tidak mau kan kehilangan segala kebebasan berekspresi kita karena terjerat pasal undang-undang ITE atau di bully seantero jagat raya?

Akhir-akhir ini saya lagi senang-senangnya mainan Pinterest. Dari pinterest saya banyak menemukan link dan infografis terkait dengan blogging. Saya yakin banyak dari kita yang sering memantau pinterest untuk mencari infografis baru dan inspirasi unik. Dari situlah saya menemukan satu yang bagi saya unik karena saya baru mengetahuinya. Judulnya adalah “13 Blogging Statistics That Show Why You Should Blog” seperti gambar dibawah ini. Pin ini menuju ke satu situs khusus yaitu link ini.

blogging
Courtesy of http://www.rightmixmarketing.com/right-mix-blog/blogging-statistics-2015/

Saya sedang tidak ingin membahas poin-poin tersebut satu per satu namun ada beberapa sorotan yang saya sendiri ingin atau kembali terapkan secara konsisten.

  1. 5x More Visits

    Dengan melakukan posting harian sangat memungkinkan mendapat traffic 5x lebih besar dibandingkan blog dengan postingan seminggu sekali ataupun kurang. Saya kurang mengerti mengapa hasil surveynya bisa seperti ini (penjelasannya sebenarnya ada disalah satu link di bagian bawah infografik tersebut tapi saya belum membacanya satupun). Namun pengertian saya ketika kita melakukan posting lebih sering akan ada banyak visitor yang sering berkunjung pula. Terbukti ketika saya baru-baru ini hiatus. Sebelum hiatus saya rajin posting beberapa post perminggunya. Itu menuai traffic tinggi. Namun ketika tidak lagi ada satupun postingan, membuat traffic stagnan. Perlu saya coba lagi untuk melakukan posting lebih sering.
    .

  2. Length Matters and Images Matter Too

    Menurut gambar tersebut panjangnya suatu postingan dan banyaknya gambar akan menarik banyak backlink. Bahkan minimum 1500 kata. Wah kalau ini saya agak bingung juga. Saya pribadi kesulitan membuat suatu artikel yang panjangnya hingga 1000 kata. Bahkan saya cenderung bosan dengan postingan yang terlalu panjang. Walaupun saya suka membaca tapi tulisan yang hadir dalam bentuk blog, menurut kenyamanan saya, lebih baik dituliskan dalam beberapa paragraf yang proporsional dan tidak menimbulkan kebosanan ditengah-tengah membaca. Namun ada tekad dari diri saya mungkin saya perlu mencoba membuat artikel sepanjang minimum 1500 kata dan melihat hasilnya.
    .
    Kalau berkaitan dengan gambar, saya sangat setuju bahwa setidaknya dengan hadirnya gambar secara visual akan membuat postingan semakin menarik untuk dibaca dan mudah untuk dimengerti. Untuk urusan ini saya masih gagal. Membuat gambar yang, kalo kata orang jaman sekarang itu, “instagramable” itu susah. Emang tidak harus square siyh tapi karena fenomena foto-foto menarik lewat instagram itu membuat saya akhir-akhir ini menyenangi untuk embed gambar 1:1. Bagi saya, tulisan dengan ukuran gambar 1:1 menarik untuk dibaca. Walau tidak semua post bagus dengan gambar 1:1 ya (jangan tanya saya alasannya kenapa, saya hanya penikmat saja, menikmati apa yang saya pandang nikmat :D).
    .

  3. Top Credibility Factors

    Ini sudah umum dimana-mana tapi ini dua faktor yang paling menjebak untuk seorang blogger yang ingin “profesional”, Quality Content dan Good Design. Kita sama-sama mengenal istilah “Content is King” dan ini tepat sekali. Konten yang tidak menarik tentu menurunkan minat baca. Sama saja seperti kita membeli buku. Kalau jalan ceritanya tidak menarik biasanya tidak akan dinikmati walaupun kita sudah terlanjur membelinya. Membuat konten yang menarik itu bukan hal yang mudah. Untuk saya pribadi perlu brainstorm. Tapi kalau kelamaan brainstorm dan tidak menulis juga itu sama aja nihil. Konten postingan akan semakin berkualitas kalau semakin dipraktekkan seperti pisau yang semakin tajam kalau diasah. Saya yakin setiap top blogger diluar sana tidak ada yang memulai dunia bloggingnya dengan kualitas konten yang sempurna. Semuanya pasti merangkak dari bawah dan meraba-raba apakah konten sudah berkualitas.
    .
    Tapi kalau sudah memiliki konten yang bagus, desain blog kita pun harus bagus. Bukan berarti harus meriah, penuh warna. Desain blog yang bagus menurut saya berarti mudah untuk diakses atau dibuka (tidak lola), penempatan menu-menu yang pas dan mudah di klik, serta komposisi tulisan dan warna yang tidak bikin sakit mata saat membacanya. Nah urusan kecepatan yang tidak lola ini belum berhasil saya terapkan di blog saya ini. Hasil dari cek speed halaman blog saya rupanya masih merah. Saya musti banyak belajar lagi bagaimana mendesain web yang tepat. Namun kita tidak boleh terpaku kepada desain terus menerus sehingga melalaikan tugas utama yaitu posting (kecuali pekerjaan kita memang seorang web designer atau developer).
    .

  4. Monday Morning Rush

    Nah ini saya benar-benar baru tahu. Hari Senin pagi rupanya mentrigger traffic tinggi ya. Nampaknya orang-orang masih belum bisa move-on dengan akhir pekannya sehingga pelampiasannya ada pada gadget dan dunia maya :D. Jadilah saya mulai bertekad mulai minggu depan sudah harus ada postingan yang di draft saat akhir pekan sehingga di Senin pagi langsung di publish. Well, mudah-mudahan nggak tergerus dengan indahnya akhir pekan πŸ˜€ :D.
    .

  5. Generous Thursdays

    Sama dengan yang di nomor empat saya baru tahu tentang hal ini. Rupanya orang-orang sering share artikel di hari Kamis. Namun mengapa kamis? Ada yang bisa share? Kok kayak sistem ganti film di Bioskop ya?? Hehehe. Tapi patut kita coba lowh. Perlu sering share postingan kita di hari Kamis tapi jangan sampai spamming.

Kalau kamu, dari nomor 1-13, mana yang belum diketahui? Atau mungkin ada yang mau ditambahkan?

Regards,

sans-sign