Persiapan SanWa Si Calon Ibu

Hey world, I’m a mom-to-be!!! Hehehehe, ini terkesan seperti informasi ringan meng-gembirakan, namun jujur dari hati yang terdalam, saya nervous berat… :D. Terhitung dari hari ini, kalo dihitung mundur paling nggak tinggal 10 minggu lagi sampai HPL. Nggak berasa banget!! Perasaan baru kemarin ketahuan saya hamil eh tau-tau perut udah maju ber senti-senti meter. Walaupun deg-degan, saya berusaha menenangkan diri dengan memulai segala bentuk persiapan menjelang melahirkan dan pasca melahirkan.

Dikesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit atas persiapan-persiapan yang sudah dan sedang saya lakukan di beberapa minggu terakhir ini. Berikut hal-hal yang saya lakukan:

  1. Membuat Checklist Kehamilan
    Inilah langkah pertama saya. Saya sudah mulai membuat checklist sejak memasuki bulan kelima yang lalu. Saya mulai searching-searching contoh checklist kehamilan dan akhirnya memutuskan nggak bikin sendiri melainkan langsung saya pakai beberapa checklist kehamilan tersebut. Ternyata susah juga cari yang memang sudah berupa list seperti list yang harus dibeli dan dilakukan setiap bulan menjelang dan sesudah melahirkan. Belakangan baru saya tahu bahwa kalau kita pergi ke salah satu toko yang menjual perlengkapan bayi mereka sudah mempersiapkan list yang harus dibeli. Tapi kelihatannya cuman list untuk pasca melahirkan siyh. Intinya bagi orang-orang yang pelupa dan sedikit cuek seperti saya, checklist ini perlu sebagai reminder.
    .
  2. Membeli Keperluan Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Baby
    Sudah sejak beberapa bulan lalu (saat mencari-cari checklist) saya sudah mulai mencicil barang-barang dimulai dari baju hamil yang bisa terus dipakai sampai menyusui nanti. Saya mulai searching barang-barang apa saja yang perlu dibeli untuk si baby nantinya. Bahkan mulai mencari referensi apa saja isi tas baby nantinya. Berhubung saya bekerja dan doyan jalan-jalan pastinya baby harus dipersiapkan supaya doyan jalan-jalan juga dong 😀 :D. Satu hal yang pasti, baju menyusui dan tas baby nanti harus nyaman, ringkas, dan lengkap namun trendy!!! Jadi saya nggak perlu kerepotan dengan penampilan saya dan bawa-bawa dua tas kemana-mana. Praktis namun tetap stylish (dasar wanita!!).
    .
  3. Mengatur Jadwal Pasca Kehamilan
    Nah ini yang getol banget saya lakukan akhir-akhir ini. Kenapa? Karena saya adalah ibu bekerja yang penuh kekalutan seperti apa akan mengasuh anak saat sudah kembali bekerja nanti tanpa asisten rumah tangga. Ya, saya sempat berpikir tidak ingin memiliki ART nantinya. Entah mengapa saya sangat tertantang dengan kondisi working mom di luar negeri sana. Saya tahu pekerjaan mereka memang fleksibel, saya juga mengerti bahwa menyewa ART disana sangat mahal. Tapi saya beranggapan kalau mereka bisa kenapa saya tidak. Jadilah saya mulai mencari tahu gaya working mom di negara barat sana dan ketemu aja lowh beberapa blog yang membagi cara para working mom ini mengatur jadwalnya. Walau sampai saat ini belum ada yang jadi pegangan saya, minimal saya sudah simpan link-link tersebut dalam pocket saya. Oh iya saya juga sempat cari-cari printable planner yang berhubungan dengan birth plan lowh. Duh lucu-lucu banget dan bisa jadi jurnal buat para ibu-ibu yang baru memiliki anak karena didalamnya ada list milestone baby kita nantinya… Xixixi jadi nggak sabar mengisinya satu persatu.
    .
  4. Mengubah Pola Makan
    Ini terlihat aneh memang tapi seminggu yang lalu saya baru saja kontrol ke dokter dan diketahui saya sudah naik 10 kg dalam dua bulan terakhir ini. Sesungguhnya menurut dokter berat badan saya sampai saat ini normal-normal saja, namun pola makan yang saya lakukan dua bulan ini cukup memprihatinkan. Padahal dari beberapa video dan referensi yang saya tonton, kenaikan berat badan pada ibu hamil bisa mencapai 20kg dan itu normal-normal aja. Kalau saya sendiri total-total sampai saat ini sudah naik 15kg. Memang nggak lucu siyh kalau dalam dua bulan saya naik dua kali lipat lagi. Dokter menyarankan untuk mengubah pola makan yang sudah terlalu banyak cemilan cokelat ini supaya di sisa dua bulan kedepan tidaklah lagi naik 10kg dan tidak menyulitkan persalinan normal. Intinya makan yang sehat-sehat, banyak Zat Besi, banyakin buah dan sayur-sayuran hijau. Tapi beneran deh, nggak makan cokelat sekali aja bibirnya pahit banget ini dok!!! 😀
    .
  5. Memulai Senam Hamil
    Ini belumlah saya lakukan, tapi karena saya sudah memasuki usia 7 bulan, obgyn saya sudah merekomendasikan saya untuk ikut kelas senam hamil. Menjadi tekad saya juga untuk bisa ikut kelas hamil tanpa bolong-bolong. Maklum ini adalah kehamilan pertama yang cukup bikin nervous (pada dasarnya saya suka deg-degan menghadapi segala sesuatu yang berhubungan dengan ‘pertama kalinya’) dan yang saya tahu Senam Hamil ini bisa menjadi hypnotherapy tersendiri menghadapi persalinan nanti. Tapi dasar saya aja yang males niyh, sampe saat ini belum nanya-nanya ke rumah sakit perihal kelas hamil tersebut. Moga-moga minggu depan kesampean dah bisa mulai.
    .
  6. Pijat Laktasi
    Sebagai calon ibu tentunya saya bertekad untuk memberikan full ASI bagi anak saya nanti demi perkembangan dan pertumbuhannya. Nggak perlu lah ya saya membeberkan pentingnya ASI disini karena sudah banyak banget diulas di berbagai situs mengenai ASI ataupun ibu menyusui. Memang siyh saya belum memulai ritual ini, namun saya sudah mencari-cari bahan dimulai dari video sampai artikel-artikel di internet perihal ini. Kalau dilihat-lihat sekarang sudah banyak jasa pijat laktasi ini. Namun saya memutuskan melakukannya sendiri saja. Selain perihal penghematan, saya ini terlalu risih untuk dipijat-pijat orang lain sekalipun itu perempuan :D.
    .
  7. Rajin Minum Susu dan Vitamin
    Sebagai ibu hamil beruntungnya saya nggak ada mabok-maboknya terhadap hal-hal yang masuk ke perut. Segala jenis makanan dan minuman saya nggak menolak apalagi yang manis-manis. Ini juga membuat saya tidak kesusahan untuk menghabiskan segelas susu sehari sejak awal kehamilan. Akhir-akhir ini saya sudah mulai minum dua gelas susu perhari. Harusnya siyh ya dari awal kehamilan saya sudah harus minum dua gelas perhari tapi emang dasarnya saya ini bandel. Vitamin pun lancar dan beruntungnya juga saya cuman dikasih satu jenis vitamin setiap kali kontrol dan tidak ada obat-obatan lain yang masuk kecuali pernah selama 7 hari saat memasuki bulan ketiga saya ditopang penguat karena fleg. Tapi cuman itu saja. Mudah-mudahan para calon ibu yang lain pun dimudahkan ya… Amin…
    .
  8. Persiapan Tenaga
    Kenapa saya bilang persiapan tenaga, karena ibu hamil itu cepet banget lelahnya. Sebenarnya bisa aja gesit kayak biasanya, tapi saya cenderung was-was aja takut si baby kenapa-kenapa. Apalagi ibu-ibu bekerja yang terbiasa bekerja di kantor ataupun yang tugasnya seabrek dirumah, kan udah biasa gesit sana gesit sini serta biasa tidur tengah malam. Jadilah saya sendiri mulai tidur lebih cepat dari sebelum hamil. Tapi namanya kehamilan makin gede malah makin susah tidur. Biasanya si baby ngajak main bola didalam perut saat jam tidur. Belum lagi saya sebagai bumil jadi gampang gerah, sering gatel, dan sakit punggung serta pinggang. Walau begitu, sisi positifnya saya nggak kesusahan bangun subuh-subuh lagi. Badan udah kayak ada alarm otomatis yang bisa bangun pagi-pagi banget tanpa harus pusing atau sakit kepala. Memang kayaknya kondisi seperti ini untuk mempersiapkan bumil saat awal-awal menyusui nanti yang perlu banyak begadang.
    .

Picture1

Panjang juga ya tulisannya. Tapi pasti persiapannya jauh lebih panjang dari tulisan ini. Kalo dibikin jurnal minimal satu minggu satu otomatis ada kurang lebih 38 ~ 40 jurnal per kehamilan. Ya namanya juga ibu hamil, perjalanannya ya selama kurang lebih 9 bulan. Namun nggak terasa memang saya ini sudah hampir memasuki usia 8 bulan kehamilan. Kayaknya baru kemarin saya test pack.

Untuk para ibu-ibu hamil, semangat menjalani hari-hari penuh takjub dengan perubahan-perubahan yang ada. Untuk yang masih menunggu prospek, jangan berkecil hati. Intinya hidup ini indah jika kita selalu memandang dari sudut yang positif. ^^

Regards,

sans-sign

28 comments on “Persiapan SanWa Si Calon Ibu

  1. Saya, baru kemaren menemani istri untuk USG dan belanja kebutuhan bayi seperti yang mbak lakukan.
    Sudah deg-degan kami mbak, menanti kelahiran anak pertama. 🙂

    Salam hangat dari Bondowoso..

  2. Waaah….
    Bagaimana rasanya ada baby dalam perut? *norak ya pertannya, hehehe*

    Banyak banget listnya, pasti berat juga untuk pengeluarannya 🙁

    Yg penting Ibu dan anak harus sehat dulu.

    1. Eheheeh dulu itu juga pertanyaan saya, dan setelah merasakan emang berasa aneh aja ada yang hidup2 dalam perut 😀
      Awalnya kepikiran banget sama yang namanya pengeluaran bertambah, tapi semakin bertambah minggu semakin banyak juga rezekinya,, hehe kayaknya bener pepatah lama itu, banyak anak banyak rezeki. Memang kalo yang diatas udah ngasih anugerah seorang anak pasti kebutuhannya dicukupkan, ada aja berkatnya 🙂 walaupun deg-degan juga siyh 😀

      1. Iya banyak yang bilang banyak anak, banyak rejeki tapiii…. Susu, uang sekolah, mainan anak, belum lagi harus punya PRT khusus buat anak…. Aaaach… pasti Tuhan punya cara untuk membuat kita ga pernah kekurangan ya…

        Semoga aku cepat merasakan yang Mbak Sandrine rasakan, ada baby di dalam perut. 🙂

Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: