[Review] Kedai 1001 Mimpi

Judul: Kedai 1001 Mimpi
Penulis: Valiant Budi
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2011 [Cetakan Pertama]
Tebal Buku: 444 Halaman
ISBN: 9797804976 (ISBN13: 9789797804978)
Rating SanWa: 4 of 5
Tanggal Mulai: 12 Januari 2015
Tanggal Selesai: 29 April 2015


 “KAMU tidak perhatikan, banyak orang MATI karena terlalu BANYAK TAHU?!”


Saya jarang membaca buku-buku yang bergenre traveling seperti ini. Biasanya setiap buku yang saya baca adalah panduan-panduan praktis traveling. Memang pernah saya sekali membaca buku memoar traveling yang lebih menekankan motivasi tapi kali ini berbeda dan bikin ngakak tiada henti. Kedai 1001 Mimpi adalah buku kategori Non-Fiksi Lifestyle yang menyuguhkan drama sang penulis, Valiant Budi, saat berangkat bertugas ke Saudi Arabia, menjadi TKI. Buku Non-Fiksi ini disuguhkan secara naratif yang membuat perut terguncang hingga akhir pembacaan dengan gaya penulisan blog banget.

“Impian terpenuhi. Tahun 2001 aku bergumul di Istanbul. Biarpun hanya berlibur beberapa hari, keinginan tinggal semakin meledak hebat.”


Awal bagian buku ini menceritakan keinginan kuat dari sang penulis untuk bisa bekerja di daerah Timur Tengah. Interview demi interview dilakukan oleh sang penulis yang notabene memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda dari yang di lamar demi bisa bekerja dan merasakan nikmatnya tinggal di Timur Tengah. Hingga akhirnya ia mendapatkan pekerjaan untuk menjadi seorang Barista di salah satu coffee shop international di KSA. Dan dimulailah masa-masa “indah” di negara yang memiliki 1001 mimpi tersebut.


“Sungguh, aku rindu Lebaran khidmat di tanah air….”


Nampaknya bekerja di negera lain tidak semudah yang dibayangkan. Kesulitan demi kesulitan lebih banyak berganti ketimbang senyuman demi senyuman tulus. Sejak pertama menginjakkan kaki di KSA, sudah banyak saja hal-hal aneh yang dialami sang penulis. Hal-hal yang terkadang diluar nalar namun benar terjadi. Hal-hal yang menyesakkan dada namun harus terus dihadapi dengan loyalitas tinggi. Hal-hal yang selalu membuat penulis cinta tanah air dengan amat sangat namun tidak pernah terpuaskan.

“Tentu saja, aku sudah memesan tiket pulang-pergi dan aku sudah membayar apartemen untuk enam bulan ke depan. Tidak ada alasan untuk tidak kembali.”


Apakah sang penulis akan benar-benar kembali ke tanah air dan melupakan KSA? Ataukah penulis berniat untuk tetap tinggal di KSA? Yuk dibaca bukunya yang saya yakin membuat kita semua membacanya terpingkal-pingkal diatas realita. Miris memang.

Bagi saya sendiri buku ini bisa saya berikan nilai 4 karena gaya penceritaannya yang khas Valiant Budi banget. Ia bisa merangkai kata-kata yang simple, enak dibaca, gampang dimengerti, sekaligus bikin ketawa diwaktu yang bersamaan. Apalagi kalau sudah membayangkan sosoknya langsung yang bergulat didalam ceritanya, rasanya akhhhh ingin terus membaca tiada henti (walaupun saya sendiri menghabiskan waktu membaca buku ini dalam 4 bulan karena memang harus terhenti tergerus kesibukan).

Berikut screenshot dari beberapa reviewer yang mengulasnya di goodreads.




Yang pasti saya sendiri merekomendasikan buku ini. Bahkan dibagian belakang buku terselip beberapa cerita yang dimunculkan di blognya. Penulis juga mengarahkan pembaca untuk mengakses blognya jika ingin tahu cerita-cerita lainnya yang pernah dibagikannya melalui blog Vabyo. Bahkan bisa juga lowh berinteraksi dengan penulis di twitternya @vabyo. Dijamin seger bacanya.

Yuk, segera beli di toko buku terdekat. Ataupun bisa juga dibeli versi ebooknya di google play. Saya baca versi ebooknya lowhhh 😀

Regards,


Leave your footprint here ... :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.