Inilah saatnya kita review beberapa vendor yang saya pakai untuk pernikahan Saya dan suami. Saya bagi jadi dua ronde ya, pertama pemberkatan dan kedua resepsi. Untuk post kali ini saya me-review vendor-vendor pada pemberkatan saya dulu.

Pemberkatan

1.   Gereja: GBII Agaphe, Pasar Rebo

Saya pribadi sebenarnya tidak satu keanggotaan gereja dengan Mamas. Saya menjadi anggota di GPIB Filadelfia Bintaro. Sejak memutuskan akan menjadi istri mamas, sudah otomatis saya akan ikut keanggotaan di geraja Mamas. Tidak hanya itu, orang tua mamas pun meminta agar kami dinikahkan di gereja tempat keanggotaan mamas.

img_3121

 

2.   Cincin: Kaliem, Blok M Square

Seperti yang sudah saya ceritakan di post pemberkatan saya. Atas rekomendasi orang tua saya, kami membeli cincin pernikahan di took Kaliem yang khusus cincin couple di bilangan Blok M Square. Ya walaupun mahal seenggaknya merasa percaya sama toko itu karena sudah ada sejak lama, bahkan sejak jaman orang tua saya menikah (waktu zaman itu masih jadi satu tokonya yang di Melawai Plaza) udah gitu rame melulu kalo pas wiken. Satu pergi dateng lagi yang satu.

dsc_0084

 

3.   Catatan Sipil: Dukcapil Jakarta Timur

Ya otomatis karena diberkati di gereja mamas daerah pasar rebo, artinya catatan sipil pun dari Jakarta Timur. Untuk kelengkapan yang dibutuhkan saat mengajukan catatan sipil adalah:

Memang mengurus catatan sipil ini lah yang menguras batin. Bahkan sampai orang tua saya bilang, “duh jangan sampai anak saya batal kawin cuman gara-gara masalah surat yang njelimet.” Drama banget memang saat itu. Sudah H-1 bulan dan baru mau mulai ngurus capil itu sesuatu. Apalagi karena saya dan mamas menginginkan sidang capil dilaksanakan bersamaan dengan pemberkatan. Kami pengantin pertama yang melaksanakan sidang capil di gereja ini untuk itulah kami pengantin yang harus mengurus semuanya sendiri. But it was memorable.

img_3391

 

4.   Venue & Dekorasi: Rumah Orang Tua Mamas

Selesai pemberkatan orang tua mamas berniat mengadakan pre-resepsi mengundang tetangga dan orang-orang jauh dari Jawa. Jadilah sesudah pemberkatan kami masih harus dipajang sampai malam. Tugas kami pengantin, mempertahankan senyum dibalik panasnya cuaca, gerahnya pakai kebaya, dan tanpa kacamata. Untung saja saya tidak bersanggul, tapi tetap saja jepitan-jepitan hitam itu sangat menyiksa. Begitu toh rasanya menikah di rumah dan seharian.

Untuk dekorasi sendiri meminta bantuan dari pemilik tempat dekorasi dekat rumah. Menurut saya dekorasi pelaminannya apik, bahkan pakai air mancur segala. Tapi sempat ada kejadian tas mama kebasahan karena sistem air mancur kacanya kurang rapih sehingga membasahi karpet dibawah kursi yang mama duduki. Bahkan gaun mama bagian bawah ikut basah sedikit

 

5.   Bridal & Rias

Untuk pakaian pengantin kami ambil paketan dari Chikal dan kami tambah sewa satu pasang lagi dari Chikal. Saat pemberkatan dan setengah (pre)resepsi kami menggunakan pakaian bernuansa putih emas dan setengah (pre)resepsi lagi kami ganti menggunakan nuansa putih abu-abu.

Riasan seperti post saya sebelumnya, saya menggunakan jasa rias dari salon langganan saya namanya mba Sri. Saya puas dengan hasil riasan nan simple yang orang-orang bilang “manglingi”. Sedangkan mas menggunakan jasa rias yang dicari dekat rumahnya. Tapi yang ini mamas tidak puas, dia tidak merasa seperti didandan. Pas hasil fotonya jadi, mamas merasa kumel banget padahal bayar nya mahal dan cuman dikasih bedak tanpa foundation sama sekali.

Sedangkan untuk orang tua perempuan menggunakan bahan berwarna ungu yang beli di tanah abang. Untuk orang tua laki-laki hanya membeli bahan masing-masing. Semuanya juga dijahit sendiri-sendiri tidak menggunakan model yang sama hanya konsepnya sama-sama berupa gaun.

 

6.   Hand Bouquet: Chikal

Pastinya saat pemberkatan dan (pre)resepsi harus ada hand bouquet dong. Walaupun tidak dilempar tapi tetap harus ada simbol yang dipegang. Jadilah saya nego sama pihak Chikal untuk diberikan hand bouquet yang kecil-kecil saja. Kalau pun memang bayar tidak masalah dan tidak harus mawar. Hand bouquet ini saya bilang akan diambil H-1 pemberkatan pada malam hari sekaligus ambil pakaian.

10599219_10152586530303864_5927994799589256247_n

Ehhh pas ambil Buket bunganya saya kaget. Dikasih Mas Erik (saya nego hand bouquet ini sama mas Erik ini yang salah satu staf bu Sri) buket bunga yang menurut saya lumayan gede dibanding perkiraan yang saya mintakan bahkan ada mawarnya dan nggak nambah bayar lowh. Dia juga bilang nggak usah dimasukin ke paketan acara. Sungguh baiknya mas Erik.

 

7.   Foto & Video:

Foto & Video ini bapak sendiri yang cari. Dan saat itu menggunakan 1 fotografer dan 2 videografer yang dipakai seharian dimulai dari pemberkatan hingga acara (pre)resepsi berakhir. Tapi sayang pas hasil jadi fotonya hanya satu album padahal acara seharian (untung isi foto di DVD nya banyak mulai dari pemberkatan sampai acara berakhir). Mungkin karena murah ya. Hasilnya juga oke-oke standard lah. Kalau DVD videonya banyak. Pemberkatannya hampir full di shoot (pas akhirnya kepotong). Campur sarinya juga full di shoot.

img_3513

 

8.   Campur Sari: Podomoro

Ini campur Sari milik bapak mertua. Bapak mertua saya ikut mendirikan Campur Sari Podomoro ini. Beliau memiliki suara yang apikkk banget. Enak deh denger beliau nyanyi. Walaupun begitu bapak mertua saya mulai kurang intens lagi dan dilanjutkan oleh koleganya. Saya bisa rekomendasikan campur sari ini bagus. Well, saya memang baru mendengar satu campur sari ini secara langsung, hehehe.

img_3627

Bahkan salah satu anggotanya yang kebetulan bermain organ bisa lagu-lagu Manado, jadilah papa saya ditodong untuk menyanyi beberapa lagu saat itu juga. Ada kali ya tiga lagu. Ya, papa saya kalau udah disuruh nyanyi lagu-lagu manado dan lawas langsung sumringah dan tidak menolak. Hahahaha.

img_3597

 

9.   Catering: Kolega Orang Tua Mamas

Urusan catering ini diserahkan ke kolega dan saudara-saudara orang tua mamas. Jadi ga pakai charge gedung ya. Hahahaha. Menu prasmanan ambil dari salah satu catering kolega orang tua mamas. Dan menu gubukan diambil dari saudara dan kenalan orang tua mamas.

Menu andalan pesta kemarin adalah bakso milik pakde mamas yang memang rasanya maknyuuussss tenan. Pakde mamas memang jualan bakso di rumahnya di bilangan Pondok Gede. Tapi saya lupa namanya, nanti saya tanyakan dulu ya ^^.

Menu andalan lainnya adalah Siomay milik teman orang tuanya mamas. Slurrrppp banget deh pokoknya. Mama aja sampai minta nambah terus. Sebenarnya saya juga pengen nambah. Tapi jujur aja ya dengan kebaya yang panas itu rasanya makan pun ga enak. Giliran malamnya lepas kebaya, siomay udah habis sehabis-habisnya.

 

10.   Souvenir: Tas Sarung & Sarung Tissue di Jatinegara

Urusan souvenir ini aku tidak terlalu mengurusinya karena semuanya ibu mamas yang handle dan beli di Jatinegara. Ibu beli dua jenis yaitu tas sarung berwarna emas dan sarung tissue berwarna merah hati.

 

11.   Undangan: Design Sendiri

Nah untuk undangan pada hari pemberkatan ini ada dua tipe. Pertama dari saya yang bikin. Konsep dari saya ini hanya undangan pemberkatan ke beberapa kerabat saja dikarenakan tempat pemberkatan nya sangat kecil. Konsepnya adalah membuat selayak boarding pass. Desain saya sendiri yang buat di power point lalu disempurnakan papa di percetakan serta papa sendiri yang memilih kertas langsung di percetakan dan menunggu hasil cetakannya.

dsc_0085

Kedua dari orang tua mamas yang bikin yang berisi undangan pemberkatan dan (pre)resepsi. Undangan ini disebar ke kolega, kerabat, dan tetangga keluarga besar mamas. Kalau konsepnya standard lah. Cuman sayang saya belum sempat foto jadi tidak punya kenang-kenangannya :(. Untuk undangan ini menggunakan template yang sudah ada ditempat cetak undangan jadi tidak ada desain khusus hanya pakai yang sudah ada dan minta didesain isi serta dicetak.

 

12.   Mobil Pengantin: GBU Trans

Wah urusan mobil pengantin ini bener-bener dadakan. Tadinya saya dan orang tua tidak berniat menggunakan mobil khusus sama sekali, hanya ingin meminjam dari om menggunakan mobil Yaris nya. H-5 kami meminjam ke om tapi ternyata menurut om walaupun dipakai hanya saat pergi saja tetap harus sewa untuk pengantin. Awalnya kami tidak ambil pusing. Kami pikir besok-besok masih bisa.

Sampailah ke H-1, kami diingatkan om perihal mobil dan disitu kami kaget. Kami lupa sama sekali. Akhirnya telepon ke sana kemarin kebanyakan pastinya mobil Alphard ataupun Mercy yang secara lebar tidak masuk kejalan masuk tempat mas. Akhirnya setelah kalang kabut telepon kesana kemari kami dapat mobil Evalia dari GBU Trans.

img_3140

Kurang lebih inilah review para vendor pada hari pemberkatan saya dan suami. Nanti lanjut ke review vendor untuk resepsi ya. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan komen :))

Regards,

sans sign