Home Library Non-Fiction Review

[Review] Kreatif Sampai Mati

Judul: Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati
Penulis: Wahyu Aditya
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 330 halaman
ISBN 978-602-8811-99-6

Rating oleh Sandrine: 4.5/5
Selesai: 26 January 2014

Adalah sebuah buku Motivasi dan Inspirasi dari seorang aktivis animasi dan desain yang mendirikan Kementrian Desain Republik Indonesia (Belum / Tidak Sah) atau  lebih dikenal dengan singkatan #KDRI. Judul “Kreatif Sampai Mati” benar-benar menunjukkan bahwa buku ini lahir dengan pemikiran yang kreatif, dikemas sangat kreatif, untuk memberikan stimulus bagi setiap pembaca yang “sesungguhnya” kreatif.

Kreatif Sampai Mati memiliki 18 Bab atau didalamnya disebut “Butir”. Butir yang di tulis pemilik akun twitter @maswaditya tidak berurutan satu dengan yang lainnya. Masing-masing butir memiliki independensi nya sendiri-sendiri namun jika teraplikasi seluruhnya akan membawa dampak yang besar dan mengubah paradigma kreatif bagi sebagian besar orang saat ini menurut sang penulis.
Halaman-halaman pertama buku ini berisi serangkaian komplemen dari beberapa orang ternama dan orang-orang sukses dibidangnya. Salah satu nya adalah Andy F. Noya, Host Kick Andy, yang memberikan komentar pada sampul belakang buku, “Melalui buku ini, Wadit memprovokasi kita untuk melahirkan pemikiran-pemikiran kreatif sekaligus tindakan nyata. Wadit memberikan jawaban tentang kreativitas secara jujur. Di zaman yang sangat kompetitif seperti sekarang ini, kreativitas merupakan kunci menuju sukses. Selamat Membaca!”
Rasa takut adalah musuh besar kreativitas. (hal. 7)

IMG_0526

@maswaditya menjabarkan arti kreatifitas dari pengalaman pribadinya sendiri. Ia menceriterakan bagaimana awal kiprahnya dalam menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan dunia kreatifnya di tempat kerjanya sendiri agar ia tak jenuh bekerja walau sering menginap di kantor. Dicontohkan pula beberapa pelaku kreatif dari Indonesia dan mancanegara dimana mereka dengan berpikir kesegala arah dapat menghasilkan apa yang mereka impikan secara kreatif. Sebut saja Firman Widyasmara, Damon Albarn & Jamie Hewlett, Pak Tino Sidin, dan beberapa tokoh lainnya.
Kreativitas perlu keberanian – henry matisse (hal. 184)

Buku ini mengajak kita sebagai manusia biasa berpikir secara kreatif dimanapun bidang yang kita tekuni dan kemanapun kita pergi. Sebagai manusia yang ingin melatih kreativitas sepatutnyalah untuk berpikir out of the box dan mampu merekam dan me-remix yang ada disekeliling kita.

Menurut saya, semua hal yang kita inginkan harus didapat dengan cara menemukan minat (passion) dan … melatih minat tersebut terus menerus. Berlatih merekam dan me-remix berulang-ulang. Bukan dalam hitungan bulan, tetapi bertahun-tahun. Berlatih sesuai minat itu berbeda rasanya dengan berlatih karena terpaksa. Ada energi lebih yang kita rasakan, seolah lupa akan waktu. (hal. 49)
Tepat seperti Andy F. Noya katakan bahwa jawaban kreativitas itu terlihat dari seluruh bagian buku tersebut. Pertama, terlihat dari halaman cover buku. Buku ini memiliki 2 sampul buku yang dapat pembaca ubah sesuka hati mereka. Dan uniknya, sampul kedua memberikan ruang kepada pembaca untuk menjadi kreatif dengan mengkreasikan sampul yang diinginkan oleh pembaca itu sendiri. Pembaca bebas menuliskan atau menggambarkan apa saja pada sampul kedua sehingga memberikan sampul yang unik dari si pembaca.
Cover  Cover 2

Kedua, penggunaan warna yang beragam, variasi jenis tulisan, gambar-gambar / gambar contoh yang disuguhkan tentunya menambah daya tarik buku ini. Tidak hanya menjelaskan secara teoritis tapi dapat menunjukkan praktik kreatif melalui hasil-hasil cetakan-nya. Tentunya buku ini dilengkapi dengan berbagai quotes menarik dari orang-orang terkenal.
Penggunaan kata atau kalimat dari judul setiap butir dengan kreatifnya dikemas menjadi suatu kesimpulan setiap isi Butir layaknya pasal dalam undang-undang sehingga mudah untuk diingat oleh pembaca. Contohnya: “Rangkul Keterbatasan” yang ada pada butir 7 atau “Introvert itu Cool!” pada butir 9. Dan lain sebagainya.
Tersurat dalam salah satu butir proses penggodokan Sila Ke-6 sehingga akhirnya dapat dikumandangkan kepada Rakyat. Menelurkan salah satu ide kreatif @maswaditya untuk buku ini bukanlah proses yang pendek bak mendapat wangsit secara tiba-tiba. Tapi butuh perjalanan panjang dengan feedback dari orang-orang sekitar yang bisa dibilang tidak sedap. Tapi pada akhirnya, feedback itulah yang “menyadarkan otaknya yang terbelenggu dalam kabut”.
Membaca buku ini sangat menyadarkan saya pribadi akan artinya menjadi kreatif dimanapun saya ditempatkan. Bagaimana denganmu? Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk siapa saja.
IMG_0531

Regards,

follow us in feedly

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back To Top